Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 16 JULI 2025 • 15:29 WIB

Pergelaran Musikal Cahaya Hati Digelar 22 Juli 2025: Simbol Harapan Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Pergelaran Musikal Cahaya Hati Digelar 22 Juli 2025: Simbol Harapan Bagi Anak Berkebutuhan KhususIlustrasi pergelaran musik. (Freepik) (Freepik)

INDOZONE.ID - Pergelaran musikal Cahaya Hati akan digelar pada 22 Juli 2025 di The Ballroom Djakarta Theatre. Pergelaran ini merupakan perwujudan kepedulian, tempat di mana musik dan solidaritas terpadu, menyajikan pertunjukan yang memukau sekaligus sarat makna.

Bukan sekadar pergelaran musikal, tetapi juga merupakan bentuk panggilan bagi hati yang memiliki rasa kepedulian, sebuah kesempatan untuk menjadi bagian dari perubahan, dan simbol harapan bagi anak-anak penyandang tunanetra ganda, sebuah kondisi di mana penyandangnya memiliki dua atau lebih keterbatasan, utamanya pada indra penglihatan.

Pergelaran Cahaya Hati ini merupakan salah satu karya kreatif Poppy Hayono Isman dan Maya Djamhari Sirat, akan menyuguhkan musik, lirik, kostum, dan narasi yang menyentuh hati.

Baca juga: Mungkinkan Konser Musik Drive-In Menjadi Masa depan Pertunjukan Musik Live?

Pergelaran Musikal Cahaya Hati Digelar 22 Juli 2025: Simbol Harapan Bagi Anak Berkebutuhan KhususPoppy Hayono Isman, karya kreatif dari Pergelaran Musik Cahaya Hati. (INDOZONE/Nadya Mayangsari) (INDOZONE/Nadya Mayangsari)

"Pergelaran yang akan dimeriahkan oleh 250 pemeran ini bukan hanya tentang musik, tetapi tentang emosi yang menghubungkan kita. Melalui seni, kita merangkul mereka yang membutuhkan dan mengajak semua orang untuk menjadi bagian dari cerita indah ini," kata Poppy Hayono Isman, karya kreatif, di Jakarta Timur, pada Rabu.

"Saya jadi semakin yakin, apa yang saya akan tampilkan melalui pergelaran musikal ini adalah sesuatu yang berharga bagi saya," sambungnya.

Dalam memilih kata "Cahaya Hati", Poppy menekankan bahwa menolong orang lain memerlukan adanya cahaya hati.

Menurutnya, hati kita memiliki kemampuan untuk melihat, meskipun secara fisik kita tidak bisa melihat. Ini adalah konsep yang ingin dia tanamkan.

Baca juga: YKI Adakan Pergelaran Musik "Nuraniku-Perjuanganku" Lintas Usia, Hadirkan Vidi Aldiano hingga Isyana Sarasvati

"Kenapa saya mengambil kata Cahaya Hati? Tidak mungkin seseorang itu menolong orang lain kalau dia tidak punya cahaya hati. Boleh kita tidak bisa melihat, tapi hati kita bisa melihat. Itu konsep pertama yang saya inginkan," imbuhnya.

Pergelaran Musikal Cahaya Hati dari Yayasan Pendidikan Dwituna Rawinala akan menampilkan Aru Wisaksono Sudoyo, Ario Djatmiko, Eddy Tobing, Hayono Isman, Katyana, Louis Bertrand, Marlinda Adam, Michael Sean, Meiske Hutapea, Prasetio, Selma, serta Paduan Suara MSI Melati Menur, Rawinala, Pranagita, Gita Prodia, Jala Madhuswara.

Pergelaran ini diiringi oleh Terrence Band, musisi Dameria Hutabarat, Michael Kwok, Maulid Habiby, Nadya Pramudita, Sonar Panigoro, serta Verrel Wicaksono.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pergelaran Musikal Cahaya Hati Digelar 22 Juli 2025: Simbol Harapan Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!