Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 02 DESEMBER 2025 • 10:40 WIB

Kriya Radha Art Gallery, Bersemangat Menjaga Budaya dengan Memberi Ruang Seni Tradisi

Kriya Radha Art Gallery, Bersemangat Menjaga Budaya dengan Memberi Ruang Seni TradisiKarya Rumah Seni Budaya Singhasari (Instagram/@adhakrishna) 

INDOZONE.ID - Rumah Seni Budaya Singhasari (RSBS) di Malang, Jawa Timur, kembali memperkuat posisinya sebagai pusat pelestarian seni tradisi lewat hadirnya Kriya Radha Art Gallery

Radha Art gallery merupakan  sebuah ruang kreatif dengan memadukan nilai budaya, estetika lokal, dan napas baru generasi penerus. 

Galeri ini dikelola oleh Radha Krishna, adik dari pengelola RSBS yaitu Sadhana Devi, yang dikenal memiliki ketertarikan mendalam pada seni kriya, terutama olahan bahan alam yang berakar dari tradisi Singhasari. 

Kehadiran galeri ini menegaskan bahwa keberlangsungan seni tradisi tidak hanya dijaga melalui pertunjukan, tetapi juga melalui karya tangan yang hidup, menyentuh, dan bisa dinikmati lintas generasi.

Baca juga: Ketika Alat Musik Angklung Indonesia Dipelajari Siswa Sekolah Tunanetra di Rumania

Kriya Radha Art Gallery lahir dari semangat untuk melanjutkan warisan orang tua mereka, yaitu almarhum H. Moch. Noor Effendhy dan almarhumah Arminati, yang menjadi cikal bakal berdirinya Rumah Seni Budaya Singhasari. 

Sejak awal, keluarga ini telah dikenal sebagai penjaga budaya yang memberikan ruang bagi berkembangnya seni tradisi. 

Sadhana Devi kemudian memfokuskan diri pada pengembangan batik berfilosofi, wayang, dan karawitan sebagai fondasi utama RSBS. 

Sementara itu, Radha mengambil peran penting dalam menghidupkan seni kriya, menjadikannya bagian tak terpisahkan dari ekosistem budaya yang terus tumbuh di RSBS.

Ketika ditanya bagaimana awal mula ide Kriya Radha Art Gallery muncul, Radha bercerita bahwa ketertarikannya pada dunia aksesoris sudah dimulai sejak ia kecil. 

Baca juga: Deretan Pemenang Scarlet Pen Awards 2025: 'Batu Berkaki' Dinobatkan sebagai Novel Fiksi Kriminal Terbaik

Ia menyukai keindahan benda-benda penghias tubuh seperti kalung, gelang, dan anting yang pada awalnya hanya untuk dipakai sendiri. 

Saat tumbuh besar, ia mulai membuat aksesori dengan tangannya sendiri, menggunakan bahan-bahan sederhana seperti sisa kulit, koin kuno, dan manik-manik. 

Konsistensi itu terus terjaga hingga kini, sehingga berkembang menjadi kreativitas yang semakin kaya dengan penggunaan bahan yang lebih beragam. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kriya Radha Art Gallery, Bersemangat Menjaga Budaya dengan Memberi Ruang Seni Tradisi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!