Ekstrakurikuler Seni Siswa SD Negeri 3 Syamtalira Bayu. (Sumber: Press Release)
INDOZONE.ID - Siapa yang menyatakan bahwa proses pembelajaran terbatas hanya pada sumber daya di Sekolah Dasar Negeri 3 Syamtalira Bayu? Terdapat suatu inisiatif yang sedang diimplementasikan di lingkungan sekolah yang memiliki signifikansi setara dengan kegiatan instruksional formal di dalam kelas.
Inisiatif tersebut dikenal sebagai ekstrakurikuler. Dalam konteks modernisasi pendidikan yang semakin menekankan pada prestasi akademik, institusi pendidikan sering kali menyadari bahwa kecerdasan peserta didik tidak semata-mata diukur melalui kapasitas kognitif.
Di sekolah ini, program ekstrakurikuler dalam bidang seni berfungsi sebagai medium utama untuk mendorong harmoni antara aspek intelektual, emosional, dan motorik.
Melalui pengelolaan kegiatan seni yang sistematis, terstruktur, dan berkelanjutan, sekolah dapat mengoptimalkan perkembangan psikomotorik siswa. Dengan demikian, proses pendidikan tidak lagi dipandang sebagai sekadar akuisisi pengetahuan, melainkan sebagai pengalaman yang mendalam dan formatif bagi pembentukan karakter siswa di lingkungan pendidikan.
Baca juga: 4444 Orang ASN Di Boyolali Pecahkan Rekor MURI Menari Gemati Secara Kolosal
Peserta yang terlibat dalam program ekstrakurikuler ini mencakup siswa dari kelas III hingga kelas VI sebagai upaya strategis untuk menumbuhkan minat dan potensi siswa di luar waktu instruksi reguler.
Melalui partisipasi ini, siswa diajarkan untuk mengembangkan disiplin waktu, rasa tanggung jawab, serta empati terhadap rekan sejawat.
Disiplin waktu, khususnya, membekali siswa dengan pemahaman tentang pentingnya mengalokasikan waktu secara efisien sehingga mereka dapat merencanakan aktivitas dengan baik dan mencapai hasil maksimal.
Selain itu, siswa didorong untuk menumbuhkan sikap peduli terhadap sesama yang pada gilirannya memupuk nilai-nilai empati, gotong royong, dan penghargaan timbal balik dalam komunitas sekolah.
Aktivitas seni yang dilaksanakan di sekolah ini tidak semata-mata berorientasi pada performa panggung atau produksi karya visual yang estetis.
Seni berperan sebagai instrumen krusial dalam pengembangan keterampilan psikomotorik siswa, yaitu kemampuan untuk mengoordinasikan gerakan tubuh dengan proses berpikir secara terarah.
Contohnya, dalam kegiatan menari, siswa belajar tentang keseimbangan, kelenturan, dan ritme gerakan.
Di balik dinamika kegiatan seni yang menarik dan berwarna-warni, terdapat pengelolaan ekstrakurikuler yang terorganisir, terencana, dan didasari oleh semangat kolaborasi.
Para pendidik di sekolah bekerja sama secara solid untuk menyusun jadwal latihan, menunjuk pembimbing yang kompeten, serta menyediakan peralatan pendukung untuk setiap sesi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Release