INDOZONE.ID - Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meluncurkan buku berjudul Leadership XYZ: 3 Generasi Bicara Hidup dan Kepemimpinan yang digelar di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (8/10/2025).
Buku setebal 300 halaman dengan sampul hijau bergambar tangga itu ditulis oleh tiga mantan ketua OSIS dari lintas generasi, yakni Anies Baswedan (Generasi X), Dedi Wijaya (Generasi Y), dan Sarah Ardiwinata (Generasi Z).
Karya ini menjadi proyek kolaborasi lintas zaman yang menguraikan pengalaman kepemimpinan dari tiga perspektif berbeda, sebagai bentuk refleksi dan kontribusi terhadap cita-cita kebangsaan.
Menurut Anies, perbedaan latar belakang ketiga penulis menghadirkan perspektif baru yang lebih kaya, sehingga diharapkan dapat memberikan kebijaksanaan baru bagi para pembacanya.
"Buku ini ditulis oleh tiga generasi bukan untuk menunjukkan perbedaan, tapi untuk menujukkan dialog lintas generasi yang berpotensi menghadirkan wisdom-wisdom baru," kata Anies.
Baca juga: Buku Selangkah di Belakang Mbak Tutut, Kisah Perjuangan Putri Sulung Soeharto
"Setiap generasi punya potongan dalam melihat kebenaran. Bila antar generaai disambungkan, potongan-potongan ini bisa jadi gambaran utuh lintas generasi," sambungnya.
Refleksi Lintas Zaman tentang Kepemimpinan
Leadership XYZ menggambarkan perjalanan tiga generasi dalam memahami hidup, kehilangan, keraguan, harapan, hingga keberanian, dengan masing-masing penulis menuturkan kisahnya dari pengalaman zaman yang berbeda.
Buku ini menekankan bahwa kepemimpinan bukan sekadar jabatan, melainkan kemampuan manusia untuk memimpin dirinya sendiri, menginspirasi orang lain, dan menjaga kesinambungan antar generasi.
“Harapannya bisa ikut berkontribusi sekecil apa pun dalam mengembalikan cita-cita agar perjalanan negeri ini terus berjalan,” ujar Anies.
Melalui kisah dan refleksi pribadi, ketiga penulis berusaha menunjukkan bahwa setiap individu memiliki ruang untuk menjadi pemimpin, setidaknya atas dirinya sendiri.
Tiga Penulis, Tiga Generasi
Anies Baswedan, perwakilan Generasi X, dikenal sebagai sejarawan dan pemimpin publik lintas bidang. Ia pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Paramadina, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, serta Gubernur DKI Jakarta.
Dalam buku ini, Anies menawarkan perspektif reflektif tentang pendidikan, demokrasi, dan kepemimpinan kolaboratif yang membentuk generasi baru.
Dedi Wijaya, mewakili Generasi Y, merupakan konsultan organisasi dan pembangunan kota yang berpengalaman di sektor swasta, pemerintah, dan masyarakat sipil. Ia juga pernah menjadi bagian dari unit strategi di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Baca juga: Musisi Senior Candra Darusman Dorong Generasi Muda Berani Berinovasi Lewat Buku dan Lagu Baru
Lewat tulisannya, Dedi menghadirkan jembatan antara idealisme dan realitas kepemimpinan masa kini.
Sementara Sarah Ardiwinata, representasi Generasi Z, adalah sarjana hukum kelahiran 1999 yang aktif dalam isu kepemimpinan muda dan pemberdayaan perempuan. Mantan Ketua OSIS SMA Negeri 8 Bandung ini kini bekerja di sebuah firma hukum di Jakarta.
Gaya penulisannya yang segar dan reflektif menampilkan suara khas anak muda yang berpikir kritis dan realistis.
Peluncuran Leadership XYZ di TIM berlangsung hangat dan inspiratif, dihadiri para akademisi, aktivis pendidikan, serta komunitas muda dari berbagai daerah.
Buku ini diharapkan menjadi ruang lintas generasi yang mempertemukan pengalaman, kebijaksanaan, dan semangat baru dalam memaknai arti kepemimpinan di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan