Sabtu, 18 APRIL 2026 • 12:40 WIB

Siswa BINUS SCHOOL Simprug Suguhkan "Seen, Not Heard", Pementasan Teater yang Angkat Isu Kebebasan Berekspresi

Author

Pementasan Drama Distopia, "Seen, Not Heard" dari siswa BINUS SCHOOL Simprug (Indozone/Salsabila Az Zahra)

INDOZONE.ID – Para siswa dari BINUS SCHOOL Simprug kembali menunjukkan taringnya dalam dunia seni melalui pementasan teater tahunan yang memukau.

Bertempat di MNC Jakarta Concert Hall pada 17 April 2026, para siswa mempersembahkan sebuah karya orisinal berjudul “Seen, Not Heard”. 

Baca juga: Hadapi Dinamika Ekonomi, Binus University Luncurkan Beasiswa Emas

Pertunjukan tersebut merupakan hasil kerja keras kolektif murni dari para siswa yang mencakup segala aspek produksi, mulai dari nol hingga naik cetak di atas panggung.

Pementasan tahun ini membawa kesegaran baru dengan mengusung genre distopia, sebuah tema yang dinilai lebih kompleks dan berani dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Seen, Not Heard” adalah cerita yang mengajak penonton untuk menyelami sebuah dunia fiktif yang melarang keberadaan musik.

Fokus cerita terletak pada perjalanan kesetiaan emosional Nancy, seorang putri wali kota, yang terjebak dalam pergolakan batin antara pada aturan ayahnya atau memperjuangkan hak berekspresi setelah bertemu dengan Michael, seorang musisi pembangkang. 

Tokoh Nancy dan Sang Ayah sedang Berdebat (Indozone/Salsabila Az Zahra)

Keterlibatan siswa dalam proyek besar ini sangat mendominasi. Selain tampil sebagai aktor yang beradu peran di atas panggung, beberapa siswa juga ikut memegang kendali penuh di balik layar.

Mereka bertanggung jawab atas penulisan naskah, penyutradaraan, penataan panggung, hingga manajemen keuangan dan pemasaran.

Baca juga: Mahasiswa UM Ajak Siswa SMK Peduli Lingkungan melalui Pelatihan Takakura dan Ecobrick

Tim inti yang memberi komando dipimpin oleh Emily selaku produser sekaligus koreografer, didampingi oleh Leala sebagai sutradara, serta sejumlah siswa lainnya yang mengisi posisi strategis seperti tim kreatif, pemasaran, dan finansial.

Emily menjelaskan bahwa melalui “Seen, Not Heard”, mereka ingin menyajikan sesuatu yang lebih dari sekadar tontonan hiburan.

“Kami mencoba untuk menghadirkan cerita yang lebih emosional dan relevan kepada penonton. Prosesnya tidak hanya tentang menghasilkan pertunjukkan, tetapi juga tentang bagaimana siswa dapat memahami dan menyampaikan pesan yang kuat kepada audiens,” papar Emily.

Hal senada diungkapkan oleh Co-Producer, Alleisia, yang menekankan bahwa berbagai rintangan selama masa persiapan telah menjadi proses pendewasaan bagi seluruh kru.

“Kami tidak hanya belajar membuat pertunjukkan, tetapi juga belajar untuk saling percaya dan tumbuh bersama sebagai satu tim,” ungkapnya. 

Keberhasilan acara tidak lepas dari filosofi pendidikan di BINUS SCHOOL Simprug. Sekolah ini secara konsisten menerapkan pendekatan personalized learning, yang memberikan kebebasan bagi setiap individu untuk menggali potensi terbaik mereka. 

Baca juga: Tim UNAIR Borong Medali Emas di Biolexion 2.0 Berkat Solusi Hutan Berbasis Teknologi

Dengan lingkungan yang suportif, para siswa didorong untuk tidak sekadar mengikuti arus, tetapi berani untuk menyuarakan pemikiran dan perspektif mereka sendiri.

Isaac Koh, selaku Principal dari BINUS SCHOOL Simprug, menyatakan rasa bangganya terhadap pencapaian para siswa. Ia menilai bahwa kegiatan teater tahun ini adalah bentuk pembelajaran mendalam yang sangat berharga.

Melalui latihan intensif dan kolaborasi, para siswa dapat belajar mengasah kemampuan berpikir kritis serta keberanian untuk tampil di depan publik dengan ide-ide yang segar.

Pementasan "Seen, Not Heard" menjadi salah satu bukti nyata bahwa generasi muda saat ini memiliki kepedulian besar terhadap isu kebebasan berekspresi.

BINUS SCHOOL Simprug terus berkomitmen untuk mencetak generasi masa depan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berani mencipta dan menyuarakan perubahan demi masa depan yang lebih baik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Press Release, Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU