Review If Wishes Could Kill, drakor horor Netflix 2026 (My Drama List)
INDOZONE.ID - Kabar gembira buat pencinta horor, Netflix akhirnya merilis drama berjudul If Wishes Could Kill. Drakor horor terbaru ini punya premis yang terdengar simpel.
Ada sebuah aplikasi yang bisa mengabulkan keinginan. Namun, begitu ceritanya jalan, kamu bakal sadar kalau ini bukan sekadar horor biasa.
Tanpa banyak spoiler, bisa dibilang If Wishes Could Kill adalah tipe drakor yang bikin kamu betah lanjut nonton, meski agak gore.
Nah, buat yang maju mundur buat nonton, simak review If Wishes Could Kill berikut ini!
Sinopsis If Wishes Could Kill, drakor horor super mencekam (My Drama List)
Drakor horor Netflix ini awalnya mengisahkan tentang lima sahabat SMA. Ada Se Ah, Geon Woo, Na Ri, Ha Joon, dan Hyun Wook.
Hidup mereka berubah total gara-gara nemu aplikasi misterius bernama Girigo.
Awalnya kelihatan kayak hiburan biasa. Namun, begitu satu keinginan beneran kejadian, semuanya jadi ketagihan. Masalahnya, sistemnya adalah minta keinginan, terkabul, muncul hitungan misterius, lalu harus ada yang mati.
Dari situ, semuanya mulai kacau. Mereka jadi saling curiga, hubungan retak, dan mulai cari tahu sebenarnya aplikasi ini berasal dari mana.
Baca juga: 7 Drakor dan Film Thriller Korea dari Kisah Nyata, Bikin Merinding!
Review If Wishes Could Kill, drakor horor Netflix super brutal (My Drama List)
Salah satu hal yang bikin drama ini seru adalah plot-nya digarap serius. Bukan cuma sekadar aplikasi kutukan, tapi setiap keputusan karakter punya dampak besar. Kayak efek domino, sekali salah langkah, akibatnya bisa fatal banget.
Ada satu momen penting di mana satu keinginan berujung parah. Sejak itu, vibes ceritanya langsung berubah dari drama remaja biasa jadi horor yang gelap.
Yang menarik, horornya nggak cuma dari hal mistis, tapi juga dari perasaan karakter itu sendiri. Contohnya hubungan Se Ah dan Geon Woo yang makin dekat, lalu perasaan Na Ri ke Geon Woo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kwavesandbeyond