Jumat, 22 MEI 2026 • 15:08 WIB

Kronologi Lengkap Kontroversi Drakor 'Perfect Crown': Para Pemain dan Kru Meminta Maaf

Author

Poster couple Perfect Crown, drakor IU dan Byeon Woo Seok (My Drama List)

INDOZONE.ID - Drakor Perfect Crown saat ini sedang diterpa kontroversi perihal dugaan ketidakakuratan sejarah yang muncul dalam salah satu adegan penting di cerita.

Meski drama ini mengambil latar Korea Selatan versi monarki konstitusional abad ke-21 yang bersifat fiktif, sejumlah detail kerajaan justru memicu kritik keras dari netizen Korea.

Sorotan publik kemudian berkembang hingga menyeret para pemain utama, termasuk IU dan Byeon Woo Seok, sebelum akhirnya sutradara Park Joon Hwa ikut buka suara dan meminta maaf.

Baca juga: Drakor 'Perfect Crown' Tembus Rating 13,3 Persen

Awal Mula Kontroversi Perfect Crown

Kontroversi muncul usai tayangnya episode 11 yang menampilkan adegan penobatan atau coronation karakter Grand Prince I-An yang diperankan Byeon Woo Seok.

Dalam adegan tersebut, netizen Korea menilai terdapat elemen simbol kerajaan yang tidak tepat.

Salah satu yang dipermasalahkan adalah penggunaan mahkota Guryumyeongwan atau mahkota sembilan untaian.

Berdasarkan berbagai reaksi publik yang ramai dibahas oleh netizen Korea, mahkota tersebut dinilai identik dengan simbol penguasa bawahan pada era Joseon, bukan penguasa penuh yang merdeka.

Selain itu, teriakan “Cheonse” yang terdengar dalam adegan penobatan juga menuai kritik.

Ungkapan itu dianggap kurang tepat karena dikaitkan dengan pemimpin negara bawahan, sementara untuk raja berdaulat penuh seharusnya digunakan seruan “Manse”.

Baca juga: Chemistry IU dan Byeon Woo Seok Terpancar Alami di Cuplikan BTS Drama Perfect Crown

Bagi banyak netizen Korea, detail seperti simbol kerajaan dan istilah historis dianggap sensitif karena berkaitan dengan identitas nasional serta sejarah panjang negara tersebut.

Mengapa Netizen Korea Mempermasalahkan?

Meski Perfect Crown adalah drama fiksi, kritik muncul karena penonton menilai tim produksi kurang teliti dalam riset sejarah.

Netizen Korea bukan hanya menyoroti adegan penobatan, melainkan perihal penggunaan simbol kerajaan tradisional dalam konteks monarki modern terasa tidak akurat.

Kontroversi ini kemudian berkembang menjadi kritik terhadap proses produksi, terutama karena drama bertema kerajaan dinilai seharusnya memiliki riset lebih mendalam.

IU dan Byeon Woo Seok Minta Maaf

Hadirnya kritik yang terus meluas membuat dua pemeran utama akhirnya buka suara.

Baca juga: Drakor Perfect Crown: Sinopsis, Daftar Pemain, Jadwal Tayang, dan Cara Nonton

Byeon Woo Seok mengunggah surat tulisan tangan melalui akun Instagramny dan mengaku tidak cukup mendalami konteks sejarah selama proses syuting.

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh 변우석 Woo Seok Byeon (@byeonwooseok)

Ia mengatakan dirinya sadar bahwa sebagai aktor, ia juga memiliki tanggung jawab atas pesan yang disampaikan sebuah proyek.

Senada dengan itu, IU yang memerankan Seong Hui-ju juga menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh 이지금 IU (@dlwlrma)

Ia mengaku menyesal karena tidak menelaah naskah dengan lebih cermat, terutama karena isu tersebut berkaitan dengan konteks sejarah yang sensitif.

Keduanya menyatakan akan menjadikan kritik publik sebagai pelajaran untuk proyek berikutnya.

Sutradara Park Joon Hwa Ambil Tanggung Jawab

Sang sutradara Park Joon Hwa turut menyampaikan permintaan maaf kepada media.

Berdasarkan laporan KBizoom, Park Joon Hwa mengakui seluruh kontroversi yang muncul merupakan tanggung jawabnya sebagai sutradara.

Baca juga: Sutradara Perfect Crown Park Joon Hwa Meminta Maaf Terkait Distorsi Sejarah dan Kontroversi Akting

Ia juga menyesalkan para aktor ikut terkena imbas kritik.

Menurutnya, para pemeran bekerja keras selama proses produksi, tetapi kekurangan dalam riset dan eksekusi tetap menjadi tanggung jawab tim kreatif.

Park Joon Hwa bahkan menegaskan dirinya sedih karena drama yang awalnya diharapkan menjadi tontonan menyenangkan justru memunculkan ketidaknyamanan bagi banyak penonton.

Pada akhirnya, kontroversi drama korea Perfect Crown bukan hanya memicu perdebatan soal akurasi sejarah dalam drama fiksi, melainkan menjadi petunjuk bagaimana publik Korea sangat sensitif terhadap simbol budaya dan sejarah nasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Instagram, Kbizoom

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU