INDOZONE.ID - Capek nonton dating show yang isinya orang-orang terlalu sempurna? Better Late Than Single Season 2 bisa jadi angin segar!
Dating show Korea ini beda dari yang lain, karena pesertanya adalah orang-orang yang belum pernah pacaran seumur hidup. Yap, mereka benar-benar nol pengalaman.
Di season kedua, ceritanya makin seru karena tiap peserta punya latar belakang dan cara pendekatan yang beda-beda.
Ada yang super canggung, overthinking, sampai yang diam-diam ternyata punya pesona unik. Bukannya terlihat dibuat-buat, interaksi mereka justru terasa real dan kadang bikin gemas sendiri.
Acara ini tayang perdana di Netflix mulai 7 Juli 2026 dengan 4 episode. Lalu, apakah worth it buat ditonton? Simak review Better Late Than Single Season 2 berikut ini!
Review Better Late Than Single Season 2 Episode 1–4
Setelah nonton empat episode pertama, kelihatan banget kalau season 2 belajar dari musim sebelumnya.
Di season 1, dating show Korea ini emang punya konsep menarik. Namun, banyak waktu kosong yang bikin para peserta kurang interaksi. Nah, di season 2 ini semuanya terasa lebih seimbang dan seru buat diikuti.
Di awal, kita dikenalin sama delapan peserta dulu. Mereka punya rasa insecure dan alasan kenapa belum pernah pacaran. Untungnya, hal ini nggak dijadikan bahan bercandaan.
Justru, penonton diajak pelan-pelan mengerti kondisi mereka. Ada yang kurang percaya diri, susah komunikasi, sampai yang emang belum pernah punya kesempatan.
Baca juga: Better Late Than Single 2: Dating Show Korea Para Jomblo Rilis Teaser Pertama
Peserta yang Paling Menarik Perhatian
Dari semua peserta cewek, Hyeon Seo langsung jadi favorit. Kepribadiannya natural banget, nggak berusaha keras tapi tetap menarik perhatian.
Ia jujur, ramah, berani ngomong, tapi tetap peka sama perasaan orang lain. Setiap Hyeon Seo muncul, bikin penasaran bakal ambil keputusan apa.
Selain itu, ada juga Jae Soo yang cukup standout. Dengan janggut dan rambut abu-abu, ia langsung kelihatan beda.
Ditambah lagi profesinya sebagai developer game, bikin ia makin menarik. Soal dirinya bakal dapat pasangan atau nggak, masih belum jelas. Namun, kehadirannya bikin dinamika acara jadi lebih hidup.
Baca juga: Lee Se Young Jadi Host Dating Show Baru, Bareng Jung Yong Hwa hingga Choi Yena
Dinamika Hubungan yang Bikin Penasaran
Di empat episode awal ini, belum kelihatan jelas siapa bakal jadi pasangan beneran. Akan tetapi, justru itu yang bikin seru.
Awalnya, di kesan pertama, Seung Hyeon dan Soo Hyeon saling tertarik. Akan tetapi, mereka belum ada kesempatan buat saling ngobrol.
Lalu pas Seung Hyeon dan Hyeon Seo ngobrol, malah kelihatan cocok banget. Mereka nyaman satu sama lain dan ada vibes ketertarikan.
Namun makin ke sini, Seung Hyeon kelihatan masih ragu dan malah dekat sama beberapa cewek sekaligus.
Sementara itu, hubungan Hyeon Seo dengan Hyeok Joon mulai berkembang. Obrolan mereka terasa lebih natural dan ada momen-momen kecil yang nunjukin chemistry.
Game Changer dan Konsep Acara
Season 2 ini juga punya game changer yang bikin alurnya makin menarik. Mereka bukan cuma numpang lewat, tapi benar-benar ngaruh ke hubungan yang udah terbentuk. Salah satu yang paling menonjol adalah Su Ji, yang punya kepribadian kuat dan percaya diri.
Konsep kencannya juga nggak membosankan. Nggak cuma makan malam, tapi ada aktivitas seperti dance class, paintball, sampai speed dating. Dari sini, peserta jadi lebih santai dan kelihatan sifat aslinya.
Momen Mengejutkan
Salah satu momen yang cukup bikin kaget ada di akhir episode 4, terutama dari Hyeok Joon. Ia dari awal bilang udah tertarik sama Hyeon Seo dan nggak ingin kenal yang lain.
Namun, waktu hubungannya dengan Hyeon Seo berkembang, interaksi mereka malah jadi canggung. Katanya, Hyeon Seo gampang gerogi di depan orang yang ia suka.
Dari situ, komunikasi mereka jadi agak berubah. Bahkan, Hyeok Joon nggak jujur soal tumbler yang ia kasih. Itu juga bikin hubungannya dengan Hyeon Seo goyah.
Keunggulan Acara
Yang bikin acara ini beda, fokusnya tetap di sisi manusiawi para pesertanya. Mereka nggak berusaha terlihat sempurna.
Justru para peserta sering canggung, gugup, overthinking, dan kadang konyol. Namun, di situlah letak menariknya, karena terasa real banget.
Satu hal yang masih agak ganggu, komentar para panelis. Mereka kadang terlalu fokus ke penampilan fisik dibanding sifat. Namun, ini lebih ke standar umum, bukan masalah utama dari acaranya.
Intinya, baru empat episode, tapi Better Late Than Single 2 udah terasa lebih baik dari season sebelumnya.
Chemistry antar peserta lebih dapet dan perkembangan hubungan terasa natural. Bahkan, mulai muncul beberapa pasangan yang bikin penonton ikut mendukung.
Yang paling penting, nggak ada peserta yang bikin ilfeel seperti di season sebelumnya. Jadi, nontonnya lebih nyaman.
Kalau penasaran, Better Late than Single Season 2 bisa kamu tonton di Netflix ya!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kwavesandbeyond