Sabtu, 18 FEBRUARI 2023 • 17:36 WIB

Kisah Hidup Sofia WD, Aktris Film Indonesia Tempo Dulu Ini Ternyata Agen Intelijen

Author

Sofia WD, aktris film yang juga pernah menjadi agen intelijen di era kemerdekaan. (Wikipedia, Youtube/Anoa Terbang).

Nama Sofia waldy atau Sofia WD dikenang sebagai sosok aktris film, tempo dulu, mulai 1948 hingga 1986. Namun siapa sangka bila sebelum itu ia adalah seorang agen intelijen.

Tak hanya sebagai akris, ia juga seorang sutradara, penulis naskah, hingga produser film pada masanya. Mungkin kakek atau orang tua kalian mengenalnya dengan peran sosok ibu-ibu yang sering memakai kebaya dan konse

Namun, jangan salah bila ia seorang perwira intel berpangkat sersan mayor Berikut ada beberapa fakta yang Indozone himpun.

Baca Juga: Sudah Tak Laku, Allison Mack Gabung Sekte Budak Seks NXIVM: Pengen Jadi Artis Lagi

Kehidupan Sofia WD di masa perjuangan kemerdekaan.

Sofia WD, aktris film yang juga pernah menjadi agen intelijen di era kemerdekaan. (Wikipedia, Youtube/Anoa Terbang).

Mengutip situs Indonesia Film Center, Sofia terlahir dari keluarga pedagang pada 12 Oktober 1924. Lahir di Bandung dari keluarga Apandi dan Sumirah, sebagai anak kedua dari empat bersaudara.

Setelah tamat HIS (1935) dan Darul Muta'allimin, ia bekerja pada sebuah perusahaan milik Jepang, seraya bergabung dengan grup sandiwara Irama Massa. Karena nasib baik, ia berhasil menjadi pemeran utama. Ternyata, pengalaman akting inilah yang kelak membawanya ke puncak karier.

Dalam usia 14 tahun ia menikah pertama kali dengan Eddy Endang, seorang kapten dari kesatuan Siliwangi.

Direkrut Kolonel Zulkifli Lubis, pendiri agensi intellijen 

Kemudian, Sofia dan Eddy Endang bergabung menjadi anggota Field Preparation (FP) yang didirikan Kolonel TNI Zulkifli Lubis pada tahun 1946. Mengutip buku "Intel: Menguak Tabir Intelijen di Indonesia" karya Ken Conboy, Zulkifli Lubis sendiri dikenal sebagai Bapak Intelijen Indonesia, pemimpin Badan Istimewa (BI) dan Badan Rahasia Intelijen Negara (BRANI) yang kelak menjadi Badan Intelijen Negara (BIN)

Baca Juga: Kisah Zulkifli Lubis: Sang Kolonel Misterius, Agen Rahasia Pertama Indonesia

Sofia dan sang suami dilantik sebagai perwira intelijen yang memiliki fungsi pengamatan untuk kepentingan NKRI. 

Pasangan suami istri tersebut menempati posisi di bagian propaganda bidang seni. Sofia WD sendiri pernah mengemban pangkat sebagai sersan mayor dan ikut bergerilya di daerah Limbangan di kaki Gunung Haruman, Jawa Barat. 

Karir Sofia di dunia film.

Sofia WD, aktris film yang juga pernah menjadi agen intelijen di era kemerdekaan. (Wikipedia)

Setelah suaminya meninggal dalam tugas pada 1947, ia sempat memutuskan bermain dalam sebuah film. Salah satu filmnya 'Air Mata Mengalir di Tjitarum' pada 1948, dan bermain di berbagai film lainnya

Membintangi banyak film Indonesia, Sofia mempelajari banyak hal. Selain main sebagai aktris, ia juga mempelajari teknik penyutradaraan, kamera dan penataan gambar. Kini ia tak hanya dikenal sebagai pemain, tetapi juga sutradara dan pimpinan produksi.

Tahun 1960 ia pertama kali tampil sebagai sutradara dalam film “Badai Selatan”, produksi CV Ibukota Film. Sepuluh tahun kemudian berdiri Libra Film dengan produksi film pertamanya “Si Bego dari Muara Condet”. Skenario penyutradaraan dan pimpinan produksi berada di tangannya.

Ternyata pengalaman di dunia film tak kalah serunya dibanding tahun-tahun bergerilya dulu. Ketika memerankan dukun dalam film “Dukun Beranak” tahun 1977, nyaris nyawanya melayang di pagut ular. Tahun 1974, ia mendirikan PT Dirgahayu Jaya Film, yang terutama membuat film dokumentasi. 

Kehidupan pernikahan setelah suami pertama.

Sofia WD dan suami ketiganya, WD Mochtar. (Youtube/Twitter)

Bakatnya yang mumpuni dan parasnya yang menawan membuat pelawak S Waldy mempersunting janda cantik tersebut. Namun pernikahan itu tak bertahan lama karena keduanya memutuskan untuk bercerai. 

Sofia akhirnya menemukan tambatan hatinya yang baru, Wagino Dachrin Mochtar atau yang dikenal dengan nama WD Mochtar. Mereka kemudian melangkah ke jenjang pernikahan dan langgeng sampai akhir hayat.  

Baca Juga: Kisah Lidya Pratiwi: Mantan Pesinetron yang Terlibat Pembunuhan, Sudah Bebas 3 Tahun Lalu

Pingsan lalu meninggal dunia, Sofia WD dimakamkan secara pahlawan.

Sofia WD, aktris film yang juga pernah menjadi agen intelijen di era kemerdekaan. (Youtube/Bioskop Djuwita).

Sofia meninggal dunia di Rumah Sakit Cikini, Jakarta pada tanggal 23 Juli 1986 akibat tekanan darah tinggi yang menyebabkan pendarahan di otak. 

Sebelumnya, Sofia sedang menghadiri acara silaturahmi Lembaga Seni Tari, kemudian pingsan dan dibawa ke rumah sakit sampai akhirnya meninggal dunia. 

Film terakhir yang dibintanginya adalah Yang Kukuh dan Yang Runtuh sedangkan film terakhir yang disutradarainya adalah Bermain Drama. Sebagai veteran, ia dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Sayangnya ada mimpinya yang belum terwujud, yaitu membuat film yang mengisahkan tentang perjuangannya sebagai seorang prajurit di masa kemerdekaan. Mungkin saja bisa menjadi ide untuk perfilman di Indonesia tentang seorang agen intel bernama Sofia WD.

Artikel Menarik Lainnya;

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU