Jared Leto di film Tron Ares. (dok. Walt Disney)
INDOZONE.ID - Film Tron: Ares akhirnya resmi tayang di bioskop Indonesia hari ini. Film ini merupakan sekuel standalone dari film sebelumnya, Tron: Legacy (2010).
Setelah penantian panjang selama 15 tahun, Tron: Ares jadi penawar rindu para fans tentang dunia digital yang futuristik dengan visual canggih.
Tron: Ares diperankan oleh Jared Leto sebagai pemeran utama sekaligus karakter baru yang menjadi pusat konflik film ini.
Baca juga: Jeff Bridges Kembali! Film 'Tron: Ares' Siap Gebrak Bioskop, Dunia Digital dan Nyata Bertabrakan
Dalam artikel kali ini Indozone akan memberikan review Tron: Ares, salah satu waralaba fiksi ilmiah paling ikonik dari Disney.
Film ini dibuka lewat Julian Dillinger (diperankan Evan Peters) seorang pebisnis teknologi yang berusaha meyakinkan militer AS dengan demonstrasi tank futuristik dan prajurit robot berbasis kecerdasan buatan (AI).
Tapi sayangnya, semua ciptaannya hanya bisa bertahan 29 menit. Hal inilah yang membuatnya frustasi hingga mencari cara untuk menyempurnakan ciptaannya.
Karakter lain di film ini adalah Eve Kim (diperankan Greta Lee), seorang CEO baru perusahaan Encom sekaligus programmer jenius.
Eve Kim dan Julian Dillinger sama-sama mencari "Permanence Code" (kode permanen), teknologi yang memungkinkan program dari dunia digital bisa hidup stabil di dunia nyata.
Secara visual, film ini sangat memanjakan mata. Mulai dari adegan balapan light cycle yang ikonik, perkelahian hingga kejar-kejaran di antara dua dunia, semua dibalut dengan epik dan colourful.
Selain itu, musik garapan Nine Inch Nails berhasil menghadirkan atmosfer futuristik yang intens dalam film ini. Jadi point plus bagi penikmat film Sci-Fi.
Namun di balik semua itu, Tron: Ares terasa agak hambar. Kurangnya pendalaman karakter, temanya terlalu klise yaitu tentang perusahaan rakus dan AI yang melawan penciptanya.
Baca juga: Nine Inch Nails Bangkit dengan Lagu Baru untuk Film TRON: Ares, ‘As Alive As You Need Me To Be’
Ya bisa dibilang film ini cuma memenuhi formula khas Tron, tanpa adanya keberanian untuk menawarkan sesuatu yang baru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan