Rio Dewanto. (INDOZONE/Nadya Mayangsari)
INDOZONE.ID - MD Pictures menghadirkan prequel dari film horor mencekam Sewu Dino berjudul Janur Ireng, santet Tanah Jawa yang paling mematikan.
Film besutan Kimo Stamboel ini diangkat dari thread SimpleMan yang sudah terkenal karena cerita-cerita horornya. Janur Ireng menceritakan tentang asal mula tragedi yang mengawali kutukan santet Sewu Dino, berfokus pada kisah dua bersaudara, Sabdo dan Intan.
Rio Dewanto, yang juga memiliki peran penting dalam film tersebut menjelaskan bahwa Janur Ireng ini berkisah tentang persaingan antara tujuh keluarga Trah Pitu yang saling bersaing dalam adu kekuatan, termasuk saling mengirimkan santet Janur Ireng dan santet lainnya.
Baca juga: 'Janur Ireng' Bakal Tayang Jelang Liburan Natal, Siap Bersaing dengan Deretan Film Hollywood
"Janur Ireng ini bercerita tentang persaingan antar keluarga Trah Pitu. Jadi mereka ada tujuh keluarga yang saling bersaing untuk adu kekuatan, saling kirim santet Janur Ireng, dan santet lainnya," kata Rio Dewanto saat ditemui INDOZONE di Jakarta Selatan, Senin.
Lebih lanjut, dia menambahkan bahwa persaingan antara keluarga Trah Pitu bertujuan untuk membuktikan siapa yang paling kuat di Tanah Jawa, dan mereka merupakan keluarga-keluarga yang paling sadis di wilayah tersebut.
"Untuk membuktikan bahwa siapa yang paling kuat di Tanah Jawa, dan mereka ini keluarga-keluarga yang paling sadis lah ibaratnya di Tanah Jawa," jelasnya.
Meskipun film tersebut memiliki adegan sadis dan atmosfer mencekam, namun proses syutingnya ternyata berlangsung dalam suasana yang santai dan jauh dari kesan seram. Para pemain justru mengalami energi positif dan canda tawa di lokasi syuting.
Givina. (INDOZONE/Nadya Mayangsari)
Aktris Givina mengungkapkan bahwa sutradara Kimo Stamboel berhasil menciptakan suasana kerja yang sangat menyenangkan di lokasi syuting.
Meskipun mereka sedang mengerjakan film horor, para pemain dan kru tetap bisa menikmati prosesnya tanpa merasa tegang.
"Kita tuh syuting film horor tapi sangat menyenangkan gitu loh prosesnya. Nggak kayak film horor. Kita masih ketawa-ketawa, kita menjaga energi kita," kata Givina.
Menurutnya, Kimo tidak menuntut para pemain untuk terus berada dalam karakter bahkan saat kamera tidak menyala. "Nggak yang harus kalau off cam tetap merengut-merengut, tetap begitu, kan capek juga ya," sambungnya.
Selain suasana syuting yang unik, ada misteri lain yang akhirnya terungkap oleh para pemain di proyek ini, yaitu identitas asli penulis SimpleMan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Dan Wawancara