Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 16 OKTOBER 2025 • 11:49 WIB

'It Was Just an Accident', Film Peraih Palme d’Or Cannes 2025 Siap Guncang Emosi Penonton Indonesia Mulai 17 Oktober

It Was Just an Accident , Film Peraih Palme d’Or Cannes 2025 Siap Guncang Emosi Penonton Indonesia Mulai 17 OktoberFilm Peraih Palme d’Or Cannes 2025 'It Was Just an Accident'. (Handout)

INDOZONE.ID - Film It Was Just an Accident, karya terbaru sutradara legendaris asal Iran Jafar Panahi, akhirnya akan tayang reguler di jaringan bioskop Indonesia mulai 17 Oktober 2025. Keputusan ini diambil setelah film tersebut mendapat sambutan luar biasa pada pemutarannya di Jakarta World Cinema (JWC) 2025, di mana tiket enam penayangan utama dan satu tambahan terjual habis.

Antusiasme luar biasa dari penonton di JWC 2025 menjadi alasan kuat bagi KlikFilm untuk membawa film ini ke layar bioskop secara lebih luas. Dengan demikian, publik Indonesia kini memiliki kesempatan menikmati salah satu karya sinema paling berpengaruh tahun ini di layar lebar.

Sebelum menarik perhatian di Indonesia, It Was Just an Accident lebih dulu mengukir prestasi monumental di panggung dunia. Film ini berhasil meraih Palme d’Or, penghargaan tertinggi di Festival Film Cannes 2025, menjadikannya salah satu film paling dibicarakan dan disorot kritikus internasional sepanjang tahun.

Baca juga: Bola Pinoama: Film Pendek dari Baubau yang Hangatkan Hati Lewat Bahasa Daerah

Film berdurasi dua jam ini berlatarkan sebuah kota kecil di Azerbaijan, mengisahkan Vahid, seorang mekanik yang berusaha menata kembali hidupnya setelah menjalani hukuman penjara yang tidak adil di Iran. Panahi dengan gaya khasnya membedah luka batin sang tokoh utama secara perlahan, menghadirkan narasi yang intens namun penuh keheningan.

Atmosfer kota yang sunyi berpadu dengan sinematografi kelam menciptakan suasana melankolis yang menekan. Vahid menjalani hari-harinya dengan membetulkan mobil dan menjauh dari keramaian, berusaha melupakan masa lalunya. Namun ketenangan itu terusik ketika Eghbal, seorang pria berkaki palsu dengan langkah pincang, muncul di bengkel tempatnya bekerja. Suara langkah Eghbal menjadi pemicu trauma lama yang selama ini ia pendam.

Melalui rangkaian kilasan ingatan dan momen introspektif, Panahi mengajak penonton menjelajahi konflik batin Vahid—antara dorongan membalas dendam dan keinginan berdamai dengan masa lalunya. Film ini menggugah pertanyaan mendasar tentang bagaimana manusia memproses penderitaan dan mencari keadilan dalam sistem yang cacat.

Karakter-karakter dalam film digambarkan dengan lapisan emosional yang sangat dalam. Vahid bukanlah sosok heroik, melainkan manusia biasa yang dilanda rasa bersalah dan kehilangan arah. Sementara Eghbal tampil misterius namun penuh simbolisme, merepresentasikan luka masa lalu yang tak bisa dihapus begitu saja.

Baca juga: Denzel Washington Menggandeng Penghargaan Palme d'Or Kehormatan di Cannes 2025

Sama seperti karya-karya Jafar Panahi sebelumnya, film ini memadukan isu sosial, politik, dan eksistensial dengan cermat. Sutradara berusia 65 tahun itu menampilkan kisah yang tenang namun menggigit, memaksa penonton untuk merenungkan arti keadilan, pengampunan, dan trauma yang diwariskan oleh penindasan.

Kini, lewat penayangan reguler di bioskop mulai 17 Oktober 2025, publik Indonesia dapat menyaksikan langsung mahakarya yang telah mengguncang panggung dunia tersebut. It Was Just an Accident bukan sekadar tontonan, melainkan perjalanan emosional yang mengajak penontonnya merenungi luka, harapan, dan keputusan moral yang tak selalu hitam putih.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Imdb

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

'It Was Just an Accident', Film Peraih Palme d’Or Cannes 2025 Siap Guncang Emosi Penonton Indonesia Mulai 17 Oktober

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!