Potongan tesaer live action Moana (IMDb)
INDOZONE.ID - Trailer live action Disney, Moana, akhirnya rilis. Sayangnya, nggak semua fans menanggapi kabar ini dengan senang hati.
Banyak yang justru protes karena dianggap nggak sesuai. Banyak yang bilang remake ini terlalu cepat, kurang perlu, sampai ada yang merasa vibe-nya nggak sekuat versi animasinya.
Di sisi lain, ada juga yang tetap excited karena bisa lihat Moana dan Maui hidup beneran di layar. Jadi, apa sebenarnya yang bikin trailer ini heboh banget? Kenapa banyak fans marah? Yuk, kita kupas dramanya!
Trailer pertama Moana versi live action akhirnya dirilis Disney. Namun, bukannya bikin fans senang, justru memicu perdebatan besar.
Cuplikan singkat yang keluar 17 November 2025 itu fokus pada Catherine Laga’aia sebagai Moana, menyanyikan versi terbaru dari lagu How Far I’ll Go. Trailer ditutup dengan momen penuh kekuatan saat ia berteriak, “I am Moana!”
Walaupun vibes trailer-nya kuat dan penuh energi, banyak fans Disney langsung melontarkan kritik. Mereka menilai film yang dipromosikan sebagai live action ini justru terlihat terlalu banyak CGI.
Baca juga: Trailer Live Action Moana Akhirnya Rilis, Intip Jadwal Tayangnya Berikut Ini!
Nggak berhenti di situ, ada juga yang mempermasalahkan rambut Laga’aia yang terlihat diluruskan dalam salah satu adegan.
Padahal, rambut asli sang aktris keriting seperti Moana versi animasi. Banyak yang merasa perubahan ini mengurangi nilai budaya yang penting.
Ada juga yang bilang, hal ini mengirim pesan yang kurang baik untuk anak-anak perempuan Pasifika yang punya rambut natural serupa.
Baca juga: Disney Perkenalkan “Moana 2” dalam Versi Anime: Hasil Kolaborasi Epik dengan Sutradara Jepang
Fans juga heran karena Maui hampir nggak muncul di teaser. Padahal Dwayne Johnson adalah salah satu daya tarik terbesar dari Moana. Apalagi, ia sendiri yang membagikan trailer itu lewat Instagram-nya.
“Kenapa Maui disembunyikan?” tulis salah satu komentar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: US Magazine