Acha Septriasa. (Indozone/Dewi)
INDOZONE.ID – Aktris peraih Piala Citra, Acha Septriasa resmi memperluas kiprahnya di industri kreatif. Tak hanya sebagai pemain film, kini Acha memiliki gurita bisnis baru dengan mendirikan Avarta Media, perusahaan media terintegrasi yang fokus pada produksi film dan IP kreatif.
Langkah baru ini menandai babak baru perjalanan karier Acha di balik layar. Acha menggandeng pengusaha kembar Ardi dan Arya Setiadharma (masuk daftar Fortune Indonesia 40 Under 40).
Ia mendirikan Avarta Media sebagai perusahaan yang menggabungkan kekuatan finansial dan visi kreatif untuk memajukan perfilman Indonesia. Dalam pengumumannya, Acha menegaskan bahwa Avarta Media bukan sekadar perusahaan baru, tapi fondasi untuk membangun ekosistem film yang lebih sehat, baik secara bisnis maupun artistik.
“Bukan cuma buat film yang terlaku di pasaran secara bisnis, tapi kita juga ingin menghadirkan ekosistem film yang lebih menghadirkan film-film yang sangat bisa mewakili rakyat Indonesia maupun cerita-cerita di Indonesia dan menghadirkannya di depan festival-festival yang baik di dunia,” ujarnya saat Press Conference di kawasan Jakarta Selatan.
Acha Septriasa memperkenalkan Avarta Media. (Indozone/Dewi)
Acha menyebut, Avarta Media berdiri dengan mengintegrasikan Virtuelines Entertainment, film fund yang sejak 2023 telah berinvestasi di lebih dari 8 film layar lebar yang total penontonnya menembus 4 juta penonton. Beberapa di antaranya bahkan sukses besar, seperti Qodrat 2 (2 juta+ penonton) dan Kuasa Gelap, film horor eksorsisme Katolik pertama di Indonesia (1,47 juta penonton).
Arya Setiadharma menilai momentum ini tepat untuk memperkuat ekosistem perfilman dalam negeri.
“Perfilman Indonesia sedang mengalami era keemasan, pangsa pasar lokal 65%, 126 juta tiket terjual tahun lalu, dan penonton yang haus akan konten berkualitas.“
“Kami membawa disiplin modal ventura ke dalam penceritaan kreatif dengan mengidentifikasi talenta, mengelola risiko melalui slate yang terdiversifikasi, dan membangun franchise dengan nilai jangka panjang,” ungkap Arya.
Pemilihan nama “Avarta” ternyata melalui proses kreatif panjang. Dari enam nama yang diajukan, Acha memilih Avarta karena memiliki filosofi siklus penciptaan yang terus berputar, layaknya proses dalam bercerita.
“Saya pilih nama Avarta karena pronounce-nya mudah untuk pasar internasional. Artinya cycle/rotation, mirip struktur film dari pembukaan, konflik, hingga resolusi. Harapannya Avarta akan jadi ekosistem yang terus hidup seperti rotasi bumi,” tutur Acha.
Debut produksi Avarta Media akan dimulai lewat film “9 Aku, Cinta Tanpa Syarat”, drama original yang mengangkat kisah seorang perempuan dengan Dissociative Identity Disorder (DID). Acha akan memerankan tokoh utama, Wella, sambil menggandeng Shanaya Films melalui kerja sama operasi.
Film ini membawa misi sosial besar, menyuarakan isu kesehatan mental, trauma kekerasan dalam rumah tangga, hingga perjuangan pemulihan diri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan