Gala Premiere 'Comic 8 Revolution: Santet K4bin3t'. (Istimewa)
INDOZONE.ID - Rumah produksi Falcon Pictures memperkenalkan film Comic 8 Revolution: Santet K4bin3t kepada publik melalui sebuah gala premiere yang dikemas tidak seperti pemutaran perdana pada umumnya.
Acara yang digelar di Jakarta ini berlangsung sejak siang hingga malam hari dan dirancang sebagai perayaan hiburan menyeluruh.
Bukan sekadar menonton film, para tamu diajak menikmati berbagai konten komedi dan perbincangan santai yang menggambarkan semangat film tersebut.
Rangkaian acara telah berlangsung itu menampilkan empat program podcast yang disiarkan melalui kanal YouTube Comic 8 Revolution. Podcast Butik Haji Igun, Bicara Sara Wijayanto, Ngerujak, dan Start Up membuka kegiatan tersebut.
Baca juga: Tembus 7 Juta Penonton, Pemain Agak Laen Ramaikan CFD Galang Donasi untuk Korban Banjir Sumatera
Lewat konsep perbincangan santai, para narasumber mengulas proses kreatif di balik layar, pengalaman pribadi para pemain, hingga berbagai cerita menarik selama produksi film, termasuk kisah bernuansa mistis yang disampaikan dengan balutan humor.
Menjelang malam, acara gala premiere berlanjut dengan kehadiran para pemain utama yang tampil penuh percaya diri. Sejumlah nama seperti Bagas Sianipar, Bayu Wibowo, Fadholi Ambar, Felix Seda, Johan Juling, Jerry Libing, Aep Sutisna, Sardhol, Andro, dan Bayu Terimakasih hadir menyapa undangan.
Kehadiran mereka menjadi penanda kuat bahwa film ini mengandalkan kerja kolektif para komika dengan karakter yang beragam.
Atmosfer acara semakin hidup dengan hadirnya deretan komedian lintas generasi yang turut ambil bagian dalam film. Andre Taulany, Hesti Purwadinata, Indro Warkop, Oki Rengga, Dicky Diffie, Vino G. Bastian, Tora Sudiro, Mr Aloy, Ahmad Yusub, Indy Barends, hingga Adjis Doa Ibu tampak memadati lokasi.
Premiere Comic 8: Santet Kabinet (Handout)
Interaksi antarkomedian tersebut menciptakan suasana hangat dan penuh gelak tawa, seolah memperlihatkan potret besar dunia komedi Indonesia dalam satu ruang.
Di balik layar, sutradara Fajar Bustomi menegaskan bahwa film ini sejak awal memang dirancang untuk menyatukan berbagai elemen hiburan dalam satu cerita.
“Film ini dari awal memang diniatkan sebagai hiburan total. Ada komedi, ada aksi, ada horor, dan ada kegilaan yang nggak bisa dijelasin pakai logika. Semua pemain dari lintas generasi juga meramaikan film ini,” ujar Fajar.
Dari sisi produksi, Falcon Pictures melihat proyek ini sebagai langkah penting dalam menjaga dinamika industri komedi. Produser Frederica menilai film ini tidak hanya meneruskan popularitas Comic 8, tetapi juga menjadi medium bagi munculnya warna baru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Release