INDOZONE.ID - Film Frankenstein kembali hadir dalam versi terbaru pada 2025 lewat tangan sutradara pemenang Oscar, Guillermo del Toro. Adaptasi modern dari novel klasik karya Mary Shelley ini langsung menarik perhatian penggemar film horor sejak proyeknya diumumkan.
Guillermo del Toro dikenal sebagai sineas yang memiliki gaya visual khas dengan nuansa gelap dan gotik. Lewat film seperti Pan’s Labyrinth dan The Shape of Water, ia sering menghadirkan cerita fantasi yang sarat emosi. Melalui Frankenstein (2025), del Toro kembali menghidupkan kisah legendaris tentang ilmuwan yang mencoba menciptakan kehidupan baru melalui eksperimen ilmiah.
Tidak hanya menghadirkan unsur horor, film ini juga menyoroti sisi kemanusiaan dari karakter monster yang diciptakan oleh Victor Frankenstein. Pendekatan tersebut membuat cerita klasik ini terasa lebih relevan dengan penonton.
Cerita film ini berpusat pada Victor Frankenstein, seorang ilmuwan berbakat yang terobsesi menaklukkan kematian. Ia melakukan eksperimen kontroversial dengan menggabungkan berbagai bagian tubuh manusia yang telah meninggal demi menciptakan makhluk hidup baru.
Eksperimen tersebut akhirnya berhasil dan melahirkan makhluk ciptaan yang hidup. Namun, keberhasilan itu justru menjadi awal tragedi. Makhluk yang diciptakan Victor tidak diterima oleh masyarakat dan berjuang memahami keberadaannya di dunia manusia.
Seiring berjalannya waktu, hubungan antara pencipta dan ciptaannya berubah menjadi konflik yang kompleks. Film ini tidak hanya menampilkan ketegangan horor, tetapi juga menggali tema mendalam seperti kesepian, identitas, serta tanggung jawab moral manusia terhadap teknologi dan ilmu pengetahuan.
Baca juga: Jacob Elordi Raih Best Supporting Actor di Critics Choice Awards Lewat ‘Frankenstein’
Film Frankenstein garapan Guillermo del Toro menghadirkan sejumlah aktor ternama Hollywood. Oscar Isaac dipercaya memerankan tokoh utama Victor Frankenstein, seorang ilmuwan jenius yang ambisius dalam menciptakan kehidupan baru melalui eksperimen ilmiah ekstrem.
Sementara itu, Jacob Elordi memerankan makhluk ciptaan Frankenstein yang menjadi pusat konflik dalam cerita. Dalam versi ini, karakter monster digambarkan bukan hanya sebagai sosok menakutkan, tetapi juga figur tragis yang berusaha memahami identitasnya.
Selain keduanya, film ini juga dibintangi oleh sejumlah aktor lain seperti Mia Goth, Christoph Waltz, Felix Kammerer, Charles Dance, serta David Bradley. Kehadiran para aktor tersebut semakin memperkuat nuansa dramatis dan emosional yang menjadi ciri khas karya Guillermo del Toro.
Film ini merupakan salah satu proyek yang sudah lama ingin diwujudkan oleh Guillermo del Toro. Sutradara peraih Oscar tersebut diketahui telah merencanakan adaptasi Frankenstein selama bertahun-tahun sebelum akhirnya diproduksi oleh Netflix.
Cerita film ini berasal dari novel legendaris Frankenstein; or, The Modern Prometheus karya Mary Shelley yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1818. Novel tersebut dianggap sebagai salah satu karya sastra gotik paling berpengaruh dalam sejarah.
Seperti karya Guillermo del Toro lainnya, film ini menampilkan atmosfer gelap dengan estetika gotik yang kuat. Pendekatan visual tersebut membuat kisah klasik Frankenstein terasa lebih dramatis dan emosional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Netflix