Marty Supreme yang diperankan oleh Timothee Chalamet gagal di Oscar 2026 (IMDB)
INDOZONE.ID - Kalau ada film bertema olahraga yang menyedot perhatian belakangan ini, Marty Supreme bisa masuk dalam hitungan.
Film yang dibintangi Timothée Chalamet dan disutradarai Josh Safdie ini mengangkat dunia tenis meja profesional dengan pendekatan drama yang intens dan penuh karakter eksentrik dengan memadukan drama, komedi, dan kritik sosial dalam satu cerita yang penuh energi.
Alih-alih sekadar film olahraga biasa, Marty Supreme membawa penonton masuk ke dunia kompetitif tenis meja tahun 1950-an melalui karakter eksentrik yang ambisius mengejar ketenaran.
Dengan gaya penyutradaraan khas Safdie yang intens dan cepat, film ini berhasil menarik perhatian kritikus sekaligus penonton sejak pertama kali diputar di festival film.
Film ini mengikuti perjalanan Marty Mauser, seorang pemain tenis meja muda yang ambisius dan percaya diri.
Karakter ini terinspirasi dari legenda tenis meja Amerika, Marty Reisman.
Marty digambarkan sebagai sosok penuh percaya diri yang bertekad membuktikan bahwa dirinya adalah pemain terbaik di dunia.
Berlatar New York pada awal 1950-an, Marty berjuang dari kehidupan sederhana sambil mencoba membangun reputasi di dunia tenis meja profesional.
Baca juga: Pecahkan Rekor Dunia! Trailer 'Spider-Man: Brand New Day' Tembus 1 Miliar Penonton dalam 4 Hari
Dalam perjalanannya, ia harus menghadapi berbagai konflik, mulai dari persaingan sengit, hubungan pribadi yang rumit, hingga ambisi yang sering kali membawanya pada keputusan ekstrem.
Cerita film ini tidak hanya berfokus pada olahraga, tetapi juga menggambarkan obsesi terhadap kesuksesan dan ego seorang atlet yang ingin diakui dunia.
Marty Supreme menampilkan sejumlah aktor dan figur publik yang cukup unik.
Baca juga: Jual Jiwa Demi Harta, Film Horor ‘Aku Harus Mati’ Tayang 2 April 2026
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber