Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 08 APRIL 2026 • 09:05 WIB

Film Horor 'The Bell' Angkat Urban Legend Penebok dan Lonceng Keramat dari Belitung

Film Horor The Bell Angkat Urban Legend Penebok dan Lonceng Keramat dari BelitungCast The Bell: Panggilan untuk Mati. (Gunawan)

INDOZONE.ID - Industri perfilman horor tanah air akan segera kedatangan ikon teror baru yang diangkat dari kekayaan folklore Pulau Belitung

Rumah produksi Sinemata Buana Kreasindo secara resmi telah meluncurkan trailer dan poster utama untuk film terbaru mereka yang bertajuk The Bell: Panggilan untuk Mati

Film ini memperkenalkan sosok Penebok, hantu tanpa kepala yang menjadi mitos turun-temurun di kalangan masyarakat Belitung, sebagai sajian utama bagi para pencinta genre pemacu adrenalin.

Ide besar untuk membawa kisah ini ke layar lebar berasal dari Produser Eksekutif, Budi Yulianto. 

Baca juga: 10 Film Superhero Paling Brutal dan Gelap, Gak Cocok Buat Anak-anak!

Sebagai putra daerah asli Belitung, ia merasa memiliki tanggung jawab moral untuk memperkenalkan legenda lokal yang selama ini hanya terdengar di kawasan Bukit Samak, Manggar. 

Budi menjelaskan bahwa proses riset yang mereka lalui cukup panjang demi menyatukan unsur legenda dengan latar sejarah kolonial Belanda yang kental di daerah tersebut.

"Kami ingin mengangkat urban legend dari masyarakat Belitung ke kancah nasional. Sejak kecil, anak-anak di sana selalu diperingatkan agar tidak main terlalu jauh ke hutan kalau tidak mau diambil oleh Penebok," kata Budi dalam konferensi pers di XXI Metropole, Cikini, Jakarta Pusat Selasa (7/4/2026).

Senada dengan visi tersebut, produser Aris Muda Irawan menekankan bahwa kehadiran The Bell: Panggilan untuk Mati menjadi pembeda di tengah tren horor yang masih didominasi oleh sosok kuntilanak atau pocong. 

Baca juga: Lightstick K-Pop: Sejarah, Fungsi dan Makna di Balik Cahayanya

Kekuatan film ini terletak pada tabu nyata yang ada di Belitung mengenai larangan membunyikan lonceng pada waktu tertentu. 

Misteri inilah yang diharapkan mampu membangun rasa penasaran penonton terhadap mitologi horor dari wilayah Timur Sumatera tersebut.

"Ada tabu nyata di Belitung, yakni dilarang membunyikan lonceng setelah pukul 6 sore. Inilah yang kita hadirkan sebagai khasanah mitologi horor nasional," jelas Aris Muda.

Dari sisi penyutradaraan, Jay Sukmo memilih pendekatan yang lebih menekankan pada aspek psikologis dan atmosferik. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Film Horor 'The Bell' Angkat Urban Legend Penebok dan Lonceng Keramat dari Belitung

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!