Poster film 'Gudang Merica'. (Instagram/@filmgudangmerica)
INDOZONE.ID - Film horor terbaru layar lebar berjudul Gudang Merica mulai menarik perhatian publik usai poster dan trailer resminya dirilis di media sosial.
Film garapan sutradara Imam Darto dan diproduseri oleh Raam Punjabi ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 21 Mei 2026.
Daya tarik film ini kian diperkuat oleh strategi promosi yang dibalut misteri. Melalui perilisan poster dengan visual yang tidak lazim, pihak produksi berhasil memicu berbagai spekulasi di kalangan masyarakat.
Atmosfer penuh teka-teki ini terbukti efektif dalam membangun keingintahuan publik terhadap alur cerita yang disuguhkan.
Film tersebut memadukan unsur horor dengan balutan komedi. Perpaduan ini dinilai mampu memberikan pengalaman penonton yang lebih segar lantaran menyuguhkan ketegangan sekaligus momen ringan dalam satu alur cerita.
Baca juga: Review Film Ghost in the Cell, Horor Komedi Sarat Isu Sosial Khas Joko Anwar
Gudang Merica turut diperkuat oleh jajaran pemain yang cukup dikenal dan langsung menyita perhatian. Sejumlah aktor dan musisi ternama Indonesia ikut ambil bagian, termasuk Ardhito Pramono dan Arla Ailani, bersama beberapa nama populer lainnya.
Film Gudang Merica membawa penonton mengikuti perjalanan empat mahasiswa koas dalam menghadapi tantangan di Rumah Sakit Harapan Ayah.
Cerita yang terungkap melalui trailer media sosial ini menampilkan dinamika angkatan ke-26 yang terdiri dari Rindu (Arla Ailani), Adit (Fatih Unru), Razi (Ardhito Pramono), dan Tanti (Zilfa Maharani), saat mereka harus beradaptasi di lingkungan rumah sakit tua yang penuh atmosfer misterius.
Mulanya, aktivitas para koas ini berlangsung sebagaimana mestinya, meski nuansa rumah sakit yang usang dan tak terawat terus membayangi mereka.
Namun, ketenangan tersebut pecah saat sebuah tragedi maut terjadi di pedalaman hutan. Korban dari peristiwa nahas itu pun dilarikan ke Rumah Sakit Harapan Ayah, satu-satunya fasilitas medis terdekat dari lokasi kejadian.
Keadaan kian pelik lantaran dokter forensik dari kota berhalangan hadir dan baru bisa tiba empat hari setelah kejadian. Kondisi ini memaksa keempat koas untuk menyimpan jenazah tersebut di dalam mess mereka sendiri.
Puncak kengerian terjadi saat mereka mendapati kantong jenazah tersebut sudah kosong melompong.
Kecurigaan bahwa mayat itu bangkit kembali pun muncul, diperparah dengan serangkaian teror dan penampakan misterius yang tidak hanya menghantui mereka, tapi juga meresahkan penduduk di sekitar hutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram @filmgudangmerica