Film 'Sampai Jumpa Selamat Tinggal'. (INDOZONE/Nadya Mayangsari)
INDOZONE.ID - Film Sampai Jumpa Selamat Tinggal menggambarkan sebuah fenomena yang sangat hits di Jepang pada era 1990-an.
Adriyanto Dewo, selaku sutradara dan penulis skenario, mengungkapkan bahwa ide cerita film Sampai Jumpa Selamat Tinggal terinspirasi dari artikel tentang fenomena juhatsu.
"Saya pernah baca artikel tentang fenomena juhatsu. Juhatsu itu kayak kamu sebagai individu bisa pergi dari keseharianmu, hingga keluarga kamu untuk hidup dengan identitas baru,” katanya saat jumpa pers di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin, (2/6/2025).
Baca Juga: Trailer Film ‘Sampai Jumpa, Selamat Tinggal’ Rilis, Tampilkan Luka Akibat Ghosting
Diketahui bahwa hukum privasi Jepang yang ketat membuat orang-orang yang melakukan juhatsu sulit ditemukan, karena mereka ingin menghindari tekanan sosial atau rasa malu di masyarakat.
Meskipun terinspirasi dari fenomena Jepang, film Sampai Jumpa Selamat Tinggal justru berlatar di Korea Selatan, dan Adriyanto Dewo mengungkapkan alasan pilihannya.
"Setelah riset itu, lumayan ternyata. Nggak cuma di Jepang doang, di Korea juga ada. Amerika juga ada, Eropa juga ada. Jadi, karena baca artikel itu jadi kepikiran,” jelasnya.
Meskipun berlatar di Korea Selatan, film Sampai Jumpa Selamat Tinggal memilih lokasi syuting di kota-kota kecil, yaitu Dangjin dan Seosan, bukan di kota besar seperti Seoul.
Produser Perlita Desiani dari Relate Films menambahkan bahwa pemilihan lokasi itu memang sesuai dengan keinginannya untuk membuat cerita dan karya yang tidak biasa.
Selain itu, Dangjin dan Seosan dianggap cocok untuk menggambarkan cerita di film Sampai Jumpa Selamat Tinggal.
"Tempat ini sangat bisa menyajikan cerita yang Adri punya membawa mood nya ketika kita datang ke sana. Kita ngerasa kayak tempat ini ngasih energi yang tepat untuk ceritanya gitu," ujar Perlita Desiani.
Pengambilan gambar film Sampai Jumpa Selamat Tinggal digarap dalam waktu kurang dari satu bulan di Korea Selatan.
Film ini juga menandai kolaborasi kedua antara aktor Jourdy Pranata dan Putri Marino, setelah sebelumnya mereka bermain bersama dalam film One Night Stand (2021) yang disutradarai oleh Adriyanto Dewo.
Untuk film Sampai Jumpa Selamat Tinggal, Jourdy Pranata dan Putri Marino diminta untuk lebih mendalami karakter mereka masing-masing, berbeda dengan pendekatan individu yang mereka lakukan sebelumnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung