Rabu, 09 JULI 2025 • 13:15 WIB

Bukan Sekadar Kartun! Psikolog Gunakan 'BoJack Horseman' Buat Tes Kepribadian dan Cara Orang Kelola Trauma

Author

BoJack Horseman (sumber: cravefx.com)

INDOZONE.ID - Siapa sangka, kartun kuda depresi yang suka minum-minum ini ternyata punya fungsi tersembunyi, jadi alat bantu psikolog untuk mengungkap kepribadian pasiennya!

Kalau kamu termasuk orang yang nonton BoJack Horseman dan mikir, “Lho, ini relate banget sama hidup gue,” bisa jadi kamu punya gaya pengelolaan emosi yang unik. Bahkan, menurut beberapa psikolog, cara seseorang merespons serial ini bisa mengungkap banyak hal tentang trauma masa lalu, tingkat empati, sampai cara menghadapi konsekuensi dalam hidup.

Kenapa BoJack Horseman?

Di permukaan, serial animasi ini memang terlihat absurd, mengisahkan aktor kuda mantan selebritas Hollywood yang menjalani hidup penuh kekacauan, kecanduan, dan penyesalan. Tapi ketika kamu nonton lebih dalam, kamu akan sadar: BoJack Horseman bukan sekadar kartun satir.

BoJack dan karakter lain seperti Diane, Todd, atau Princess Carolyn justru menyuguhkan penggambaran realistis soal luka batin, konflik identitas, hingga pergulatan antara rasa bersalah dan keinginan buat diperbaiki. Semua itu disajikan dalam bentuk yang menyentuh, kadang lucu, kadang bikin dada sesak.

Dan disinilah letak kekuatannya. Serial ini berhasil jadi refleksi cermin psikologis bagi penontonnya. Nggak heran, banyak psikolog klinis dan terapis menggunakannya sebagai pemicu diskusi dengan pasien yang kesulitan membuka diri secara verbal.

Baca juga: Menjelajahi Psikologi Galadriel dalam "The Rings of Power", Ada Kompleksitas Dalam Karakter

Cara Kamu Menanggapi Serial Ini Bisa Ungkap Banyak Hal

Berdasarkan artikel di Promly.org, sejumlah profesional kesehatan mental menemukan bahwa respons emosional seseorang terhadap episode-episode tertentu dari BoJack Horseman bisa menjadi cerminan yang kuat atas kondisi psikologis yang mereka alami.

Contohnya:

  1. Kalau kamu merasa simpati berlebihan ke BoJack, bahkan ketika dia jelas-jelas menyakiti orang lain, bisa jadi kamu tumbuh di lingkungan yang mengajarkan untuk memaklumi perilaku toxic, asal dibungkus dengan trauma.

  2. Kalau kamu marah atau muak pada BoJack, kamu mungkin punya batas emosional yang sehat dan bisa mengidentifikasi pola self-sabotage pada orang lain.

  3. Sementara itu, respons kamu terhadap karakter Diane yang pintar tapi rentan, dan sering mengalami imposter syndrome, bisa merefleksikan bagaimana kamu melihat dirimu sendiri dalam relasi sosial atau pekerjaan.

Serial Jadi ‘Cermin’ Emosi, Bukan Sekadar Hiburan

Cuplikan Film BoJack Horseman (sumber: The New Yorker)

Banyak terapis mendapati bahwa pasien yang menonton BoJack Horseman cenderung lebih terbuka membahas topik-topik sensitif seperti penyesalan, luka masa kecil, atau kesepian yang selama ini mereka pendam. Kenapa begitu? Karena serial ini mampu memotret pergulatan batin manusia dengan cara yang jujur, mentah, dan relatable membuat penontonnya merasa “terlihat” tanpa harus langsung mengungkapkan pengalaman pribadinya.

Serial ini menyajikan semua itu tanpa menghakimi. Ada ruang buat berkata: “Gue ngerti perasaan BoJack,” tanpa harus merasa bersalah atau malu. Dan dari situ, pintu diskusi bisa mulai dibuka.

Bahkan ada yang bilang, satu episode BoJack kadang lebih manjur dari satu sesi terapi. Tentu ini bukan artinya mengganti terapis dengan Netflix, tapi jelas memperlihatkan bahwa konten fiksi pun bisa jadi alat bantu pemulihan.

Nggak Semua Orang Bisa Tahan Nonton Ini

Meskipun mendapat banyak pujian, BoJack Horseman bukanlah tontonan yang cocok untuk semua orang, karena tema-temanya yang berat dan emosional bisa terasa terlalu intens bagi sebagian penonton. Sebagian penonton merasa terlalu ter-trigger dengan isu seperti depresi, kecanduan, atau konflik keluarga.

Dan disinilah menariknya, reaksi kamu terhadap ketidaknyamanan dalam serial ini juga bagian dari “tes kepribadian” yang tidak sadar. Apakah kamu menghindari episode-episode berat? Apakah kamu marah saat karakter favorit melakukan kesalahan? Semua itu bisa menunjukkan mekanisme pertahanan emosional yang kamu bangun selama hidup.

Baca juga: 5 Alasan Harus Nonton Nine Puzzles, Drakor Thriller Psikologis Terbaru Disney+

Jadi, Udah Nonton Belum?

Kalau kamu belum pernah nonton, mungkin sekarang saatnya memberi kesempatan buat serial ini masuk ke daftar tontonan kamu. Tapi tonton dengan hati yang terbuka, bukan cuma buat hiburan, tapi juga sebagai ajang refleksi.

Dan siapa tahu, kamu justru akan mengenal dirimu lebih baik lewat seekor kuda yang sedang mencoba memperbaiki dirinya meskipun caranya sering salah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Promly

Tags
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU