Alasan Menggelitik Luna Maya Ketika Hampir Tolak Jadi Produser Eksekutif "Sosok Ketiga: Lintrik"
INDOZONE.ID - Ada kisah unik di balik keterlibatan Luna Maya dalam film horor terbaru produksi LEO Pictures berjudul Sosok Ketiga: Lintrik.
Aktris dan model berusia 42 tahun itu hampir saja melewatkan kesempatan menjadi produser eksekutif karena alasan pribadi yang cukup menggelitik.
Ia mengaku sempat menolak tawaran kerja sama dari produser Agung Saputra karena sedang menyiapkan pernikahannya dengan Maxime Bouttier.
Pengakuan itu disampaikan Luna Maya dalam konferensi pers peluncuran poster dan trailer Sosok Ketiga: Lintrik yang berlangsung di Metropole XXI, Cikini, Jakarta Pusat, pada Kamis (9/10/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Luna tampak santai menceritakan kisah lucu di balik keterlibatannya di proyek film tersebut.
Baca juga: Film Horor Terbaru 'Getih Ireng' Usung Cerita Mencekam Santet dan Keluarga Baru
Ia mengungkapkan bahwa kerja sama dengan LEO Pictures sebenarnya sudah direncanakan sejak proyek film Jalan Pulang.
Namun, kala itu ia memilih untuk menolak karena sedang mempersiapkan pernikahan.
“Saat itu, saya berkata, ‘Mas, saya lagi mau, baru mau kawin,’” tutur Luna disambut tawa para tamu yang hadir.
Luna menjelaskan, ia dihadapkan pada pilihan sulit antara berinvestasi di film atau menggunakan uangnya untuk biaya pernikahan.
Dengan gaya khasnya yang jujur dan apa adanya, ia bercerita bahwa kondisinya saat itu tidak memungkinkan untuk menjalankan dua komitmen besar sekaligus.
Baca juga: 5 Rekomendasi Drama Thailand Terbaru Oktober 2025 Anti Bosan!
“Duitnya enggak ada nih, gimana nih? Jujur begitu. Saya kan ya, maksudnya pas-pasan lah ya. Harus pilih kawin apa invest nih, gitu,” ujarnya.
Namun, waktu membawanya pada keputusan berbeda. Saat tawaran untuk Sosok Ketiga: Lintrik datang, Luna tidak lagi ragu.
Apalagi setelah mengetahui bahwa Fajar Nugros akan duduk di kursi sutradara.
Ia pun membaca sinopsisnya dan langsung jatuh hati pada konsep cerita yang dianggapnya memiliki potensi kuat.
“Saya bilang sinopsisnya apa segala macamnya sangat menarik ya,” kata Luna.
Baca juga: 5 Drama China di Netflix yang Dapat Rating Tertinggi dari Penggemar, Jangan Sampai Gak Nonton!
Film Sosok Ketiga: Lintrik mengangkat kisah tentang teror ilmu pelet yang menghancurkan rumah tangga Andin (Adinda Thomas) dan Aryo (Wafda Saifan).
Film ini akan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 6 November 2025. Luna yang kini duduk di kursi produser eksekutif merasa bangga atas hasil akhirnya.
Ia menilai film ini menghadirkan atmosfer mencekam yang terasa nyata.
Dalam konferensi pers tersebut, Luna juga mengungkapkan kekagumannya terhadap kemampuan Fajar Nugros menyajikan kisah horor yang tidak hanya menakutkan tetapi juga emosional.
“Yang menarik bagi saya adalah pada saat nonton filmnya itu terasa seperti kita ada di kehidupan mereka gitu loh. Dibawa ke kehidupan mereka secara langsung,” ungkap Luna.
Baca juga: 10 Rekomendasi Film Kung Fu Terbaru, Seru, dan Penuh Aksi!
Selain sisi horornya, Luna menilai film ini relevan dengan realitas sosial.
Ia menyoroti tema perselingkuhan yang menjadi akar konflik utama dalam cerita.
Menurutnya, topik tersebut sering viral di media sosial dan dekat dengan keseharian masyarakat.
“Kalau kita lihat TikTok gitu ya, tiba-tiba ada yang, ‘Eh, pelakor!’ Begitulah. Itu kayak teriakan dari hati seorang istri,” ujarnya.
Aktris yang dikenal lewat film Suzzanna: Bernapas Dalam Kubur itu juga menilai, kekuatan utama film ini terletak pada penyajian konflik rumah tangga yang realistis.
Baca juga: Sinopsis 'Decalcomania', Drama Thriller Pertukaran Jiwa Berkat Kolaborasi Thailand dan Singapura!
Teror yang muncul, kata Luna, bukan dibuat-buat, melainkan lahir dari emosi dan peristiwa yang benar-benar terasa manusiawi.
“Enggak dibikin, ‘Hah, hah, hah,’ tapi benar-benar kita masuk ke dunia mereka dan itu terasa banget terornya,” jelasnya.
Di akhir acara, produser Agung Saputra menegaskan bahwa Sosok Ketiga: Lintrik bukan sekadar film horor.
Ia menyebut film ini sebagai eksplorasi terhadap fenomena mistis dan psikologis yang terjadi dalam kehidupan rumah tangga.
“Film ini membahas tentang Lintrik, rumah tangga, trauma, kesepian, dan rasa kehilangan yang dibalut dengan atmosfer mistis yang mencekam,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan