INDOZONE.ID - Kalau kamu mau nonton film Indonesia di Netflix yang beda dari biasanya, cobain nonton Abadi Nan Jaya deh!
Film zombie Indonesia terbaru ini, bukan cuma soal bertahan hidup, tapi juga punya sentuhan budaya. Namun, ending-nya yang bikin banyak orang garuk-garuk kepala.
Buat yang masih penasaran atau merasa ending-nya terlalu menggantung, tenang aja. Di artikel ini, kita bakal bahas penjelasan ending Abadi Nan Jaya, dan apa pesan dari film ini. Awas, kena spoiler!
Sinopsis 'Abadi Nan Jaya'
Film Indonesia terbaru ini berlatar di Desa Wanirejo, tempat sebuah keluarga punya pabrik jamu terkenal bernama Wani Waras.
Sekilas, hidup mereka kelihatan adem ayem, tapi ternyata banyak banget masalah yang terpendam.
Kenes, anak Sadimin, baru kembali ke rumah bareng suaminya Rudi, yang sebenernya udah di ambang perceraian.
Alasannya karena Rudi ketahuan selingkuh sama cewek dari perusahaan farmasi yang pengin beli Wani Waras.
Nah, situasi makin ribet lagi karena Karina, sahabat lama Kenes, sekarang jadi ibu tirinya setelah nikah sama Sadimin.
Belum cukup drama, ada juga Bambang, anak laki-laki Sadimin yang males-malesan dan kerjaannya cuma main game doang.
Baca juga: Sinopsis Abadi Nan Jaya: Film Zombie Indonesia dengan Sentuhan Budaya, Siap Bikin Merinding!
Penjelasan Ending 'Abadi Nan Jaya'
Penjelasan ending Abadi Nan Jaya (IMDb)
Awal Mula Kekacauan
Suatu hari, seorang pekerja datang mengantar ramuan herbal baru. Sadimin yang merasa jenius, langsung mencoba sendiri.
Awalnya sukses karena keriputnya hilang, badannya segar, dan ia merasa kayak nemu ramuan keabadian. Namun, euforia itu gak lama, karena efek sampingnya justru mengerikan.
Kulitnya jadi pucat, matanya kosong, dan tiba-tiba ia menyerang karyawan dengan menggigit kayak hewan buas.
Ramuan yang katanya bisa bikin awet muda, malah jadi pemicu kiamat kecil di desa. Dalam waktu singkat, Wanirejo berubah jadi neraka penuh zombie.
Baca juga: Ada 200 Zombie di 'Abadi Nan Jaya', Dilatih Koreografer Tari dan Bagaimana Bersuara yang Menyeramkan
Situasi yang Kacau-Balau
Begitu semua jadi chaos, keluarga Sadimin panik mencari jalan keluar. Kenes dan Bambang sempat kabur naik mobil, sementara Karina, Rudi, dan Raihan (anaknya Kenes) sembunyi di gedung tempat acara sunatan yang baru selesai.
Dari situ, film berubah jadi cerita survival. Mereka berusaha bertahan hidup di tengah serangan zombie yang makin brutal.
Asal-Usul Wabah Zombie
Semua berawal dari kesombongan Sadimin. Ia pengin banget cepat terkenal, jadi nekat mencoba ramuan yang belum diuji.
Ramuan yang harusnya buat meningkatkan energi dan awet muda itu, malah mengubahnya jadi pemakan daging. Dari situlah, Sadimin jadi zombie pertama di Wanirejo.
Wabahnya menyebar lewat gigitan dan air liur. Cuma dalam hitungan jam, desa yang tadinya tenang berubah jadi medan perang berdarah.
Siapa yang Selamat di Akhir Cerita?
Menjelang akhir, hampir semua orang tewas atau jadi zombie. Akan tetapi, ada satu adegan yang bikin haru.
Bambang mengorbankan dirinya buat menyelamatkan yang lain. Ia terjebak di bawah truk, dikepung zombie, terus menyalakan kembang api dan meledakkan diri bareng para zombie.
Rudi juga nggak selamat. Meski udah terinfeksi, ia tetep berusaha melindungi Karina dan Raihan sampai napas terakhirnya.
Sedangkan Kenes, setelah sadar dirinya digigit, mutusin buat berkorban juga. Dengan tenang, ia ngucapin selamat tinggal ke anaknya.
Lalu Kenes mengeluarkan aksi terakhir buat mengalihkan perhatian zombie biar Karina dan Raihan bisa kabur naik motor.
Akhirnya, cuma Karina dan Raihan yang berhasil keluar dari desa yang udah terbakar habis. Sayangnya, keduanya belum benar-benar aman.
Rahman dan Ningsih: Cinta di Tengah Kiamat
Di tengah semua kekacauan itu, kisah cinta Rahman dan Ningsih jadi sisi lembut dari film ini. Rahman adalah polisi lokal yang datang ke acara sunatan tempat Ningsih berada.
Ningsih sempat mendiamkan Rahman karena cowok itu dulu janji mau menikahinya, tapi malah menghilang.
Rahman akhirnya minta maaf dan bilang mau tanggung jawab. Bahkan, ia hampir melamar Ningsih hari itu juga, tapi harus berangkat tugas mendadak. Rahman janji bakal balik, tapi malam itu malah jadi awal wabah zombie.
Mereka akhirnya ketemu lagi di kantor polisi, sama-sama luka dan capek. Pas tahu mereka nggak bakal selamat, Rahman memasangkan cincin di jari Ningsih dan saling bilang sayang sebelum diserbu zombie. Romantis tapi juga tragis.
Apakah Wabahnya Berhenti di Akhir Film?
Sayangnya nggak. Karina dan Raihan memang berhasil keluar, tapi wabahnya belum selesai. Di adegan penutup, ada Bu Grace di Jakarta yang lagi minum ramuan herbal dari Wani Waras.
Ia keliatan bahagia karena merasa lebih muda, tanpa tahu kalau sebentar lagi dia bakal jadi zombie juga. Adegan itu jadi tanda kalau wabahnya udah nyebar lebih luas.
Film ini ditutup dengan pesan, kalau keserakahan dan kebodohan manusia selalu bisa menciptakan bencana baru.
Itulah penjelasan ending Abadi Nan Jaya. Buat yang belum nonton, kamu bisa streaming film ini di Netflix, ya!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kwavesandbeyond