INDOZONE.ID - Come and See Pictures kembali menampilkan karya terbaru mereka lewat film bergenre drama misteri Legenda Kelam Malin Kundang.
Joko Anwar sebagai penulis skenario, mempercayakan dua talenta muda, Rafki Hidayat dan Kevin Rahardjo sebagai sutradara.
Kisah klasik Malin Kundang dihidupkan kembali melalui sudut pandang yang lebih psikologis, menyoroti persoalan keluarga dan realita masa kini.
Trauma masa lalu, dinamika hubungan orang tua dan anak, serta isu kutukan generasi menjadi benang merah film ini.
Baca juga: Fakta Seru Film Legenda Kelam Malin Kundang: Kisah Klasik Dibalut Thriller Khas Joko Anwar
Pandangan ini sekaligus menghadirkan warna baru pada legenda yang telah lama hidup di ingatan kolektif masyarakat Indonesia. Joko Anwar menjelaskan alasannya menyerahkan proyek ini kepada kreator muda.
"Kita berbicara soal generasi. Makanya, sebuah langkah yang paling bijaksana adalah untuk memberikan film ini ke pencerita yang memiliki point of view yang lebih fresh dibandingkan kita, yaitu dua sutradara muda, satu Gen Z, satu milenial. Yaitu Kevin Rahardjo dan Rafki Hidayat," kata Joko Anwar saat jumpa pers di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, dikutip pada Selasa (18/11/2025).
Proses produksi film ini terbilang cepat, hanya memakan waktu 16 hari. Meski demikian, keterbatasan waktu justru membuat tim menerapkan metode syuting yang berbeda.
Rafki dan Kevin memutuskan untuk menuntaskan pengambilan gambar per lokasi, bukan mengikuti alur cerita secara kronologis.
Konsep tersebut tentu tidak mudah diterapkan, terutama terkait konsistensi emosi para pemeran. Rifki menyebut, bahwa mereka bahkan merekam adegan paling penting pada hari kedua, termasuk momen emosional yang diperankan Rio Dewanto.
"Kalau aku sih yang paling susah sebenarnya ketika kita udah dapat jadwal syuting, kami kan syuting cuma 16 hari. Ketika dapet jadwal syuting, karena syutingnya pendek, jadi kita beresin itu per lokasi. Jadi klimaks film tadi yang waktu Alif tau apa yang terjadi, yang emosional itu, itu kami syuting di hari kedua syuting," ucap Rafki Hidayat.
"Jadi, itu sih challenge-nya itu adalah karena kita syuting tidak chronological, jadi tidak berurut dari awal sampai abis film, bagaimana agar karakter ini bisa konsisten," tambahnya.
Baca juga: Film Legenda Kelam Malin Kundang: Bawa Trauma Lintas Generasi ke Layar Lebar
Sebagai film ketiga garapan Come and See Pictures, Legenda Kelam Malin Kundang diharapkan mampu menawarkan pengalaman sinema yang berbeda.
Tak hanya menghadirkan ketegangan khas psychological thriller, cerita ini juga mengajak penonton merenungkan kembali persoalan keluarga dari sudut pandang yang lebih luas dan tidak sekadar hitam-putih.
Film yang menjadi debut dua sutradara muda, Rafki dan Kevin ini, dijadwalkan tayang pada 27 November 2025 di seluruh bioskop Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung