INDOZONE.ID - Kalau kamu pikir The Believers udah cukup bikin geleng-geleng kepala, siap-siap dibuat makin tercengang di season 2.
Drama Thailand Netflix ini ceritanya bukan cuma makin gelap, tapi juga makin rumit, penuh konflik, dan emosinya naik turun.
Meski terasa makin kacau, anehnya justru di situlah daya tariknya. Penasaran gimana review lengkap The Believers Season 2? Kita bahas bareng di sini!
Review The Believers Season 2
Hubungan Tokoh Utama Jadi Daya Tarik
Serial Thailand terbaru Netflix ini terasa relevan banget dengan kondisi dunia sekarang, di mana bantuan sering kali cuma kedok buat kepentingan pribadi.
Benturan antara spiritualitas, kapitalisme, dan keputusasaan terasa makin nyata, apalagi saat politik ikut campur.
Semua konflik kotor ini mirip cermin gelap dari realita yang sebenarnya juga nggak jauh dari kehidupan sehari-hari.
Yang bikin serial ini tetap kuat adalah hubungan antara Win, Game, dan Dear. Chemistry mereka masih jadi nyawa utama cerita.
Baca juga: Sinopsis dan Pemain The Believers Season 2, Serial Thailand Terbaru Netflix yang Wajib Ditonton!
Akting tiga pemeran utama, Teeradon Supapunpinyo, Pachara Chirathivat, dan Achiraya Nitibhon masih jadi magnet utama. Mereka tetap solid dan meyakinkan.
Kita sebagai penonton dibuat simpati sama perjuangan mereka, tapi juga gemas karena keputusan-keputusan yang diambil.
Motivasi mereka kadang abu-abu banget. Kita sering bertanya-tanya, “Ini mereka mau bertobat atau makin tenggelam sih?” Tapi justru di situlah daya tariknya. Ceritanya relatable dan bikin penasaran.
Makin Ruwet Tapi Nagih
Soal ketegangan, season 2 tetap jago bikin deg-degan. Kekerasan, kejahatan, dan eksploitasi ditampilkan tanpa ditutup-tutupi.
Semakin lama, risikonya makin gila dan konflik makin ruwet. Ambiguitas ceritanya bikin nggak nyaman, tapi itu juga yang bikin susah berhenti nonton.
Baca juga: 5 Drama Thriller Sekolah Thailand Paling Gelap, Penuh Teka-teki!
Salah satu kejutan paling menarik adalah kembalinya Dol dengan identitas baru setelah ia melepas jubah biksunya. Perjalanannya buat mencari jati diri terasa cukup emosional dan bikin penasaran ke mana arah hidupnya bakal dibawa.
Sementara itu, karakter baru dari Donut Manatsanun Panlertwongskul sebagai politisi Ae tampil sebagai antagonis yang licik, kejam, dan penuh ambisi.
Sedikit Kekurangan
Walau secara keseluruhan tetap seru, jujur saja, ada beberapa bagian yang terasa sedikit terlalu berlebihan. Apalagi di bagian skema penipuan yang makin ribet dan adegan tembak-tembakan yang terasa intens banget.
Selain itu, rasanya penonton juga bakal mikir, “Kapan sih Dol bisa hidup tenang sebentar aja?” Karena hidupnya dari awal sampai sekarang terasa isinya penderitaan terus.
Tema keserakahan manusia memang tersampaikan dengan kuat. Namun, kekuatan terbesar serial ini tetap terasa saat bermain di konflik yang lebih personal bukan hanya di konspirasi besar.
Terakhir, The Believers Season 2 tetap jadi tontonan yang gelap, relevan, dan penuh konflik moral. Serial ini nggak cuma soal penipuan dan uang, tapi juga soal iman, pilihan hidup, dan bagaimana keputusasaan bisa mengubah prinsip seseorang.
Meski skalanya kini lebih besar dari season 1, untungnya ketegangan khas The Believers masih terjaga dengan baik. Hasilnya? Tetap nggak nyaman ditonton, tapi justru itu yang bikin nagih dan susah dilepas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Leisure Byte