Rabu, 21 JANUARI 2026 • 17:00 WIB

Daigo Nishihata dan Riko Fukumoto Bintangi Drama Jepang Bertema Hidup dan Mati

Author

Drama Jepang Jikyū 300-en no Shinigami. (Sumber: X/@AsianWiki)

INDOZONE.ID - Industri film Jepang kembali menghadirkan drama dengan konsep unik dan tidak pasaran. Film berjudul The Wage of Angel of Death is 300 Yen Per Hour atau dalam bahasa Jepang Jikyū 300-en no Shinigami resmi diumumkan sebagai salah satu film yang paling dinantikan. Film ini dibintangi oleh Daigo Nishihata dari grup Naniwa Danshi dan aktris muda berbakat Riko Fukumoto, dengan cerita yang menggabungkan isu kehidupan nyata, kematian, dan proses berdamai dengan diri sendiri.

Film ini diadaptasi dari novel populer karya Fujimaru, yang dikenal dengan gaya cerita ringan namun mengacak-acak emosi. Kisahnya berfokus pada Shinji Sakura (Daigo Nishihata), seorang mahasiswa yang hidupnya sedang berada di titik terendah. Ayahnya tersandung kasus hukum, keluarganya berantakan, dan utang menumpuk tanpa ampun. Saat hidup terasa terjebak dan tidak punya arah, Shinji justru ditawari pekerjaan aneh oleh temannya, Yuki Hanamori (Riko Fukumoto).

Baca juga: 5 Rekomendasi Drama Action Jepang Paling Seru, Bikin Deg-degan dari Awal!

Yuki mengajak Shinji bekerja paruh waktu sebagai “malaikat kematian” atau shinigami. Bayarannya? Hanya 300 yen per jam. Kedengarannya absurd, tetapi dari sinilah cerita mulai bergerak. Lewat pekerjaan yang tidak masuk akal ini, Shinji perlahan belajar memahami arti hidup, kematian, dan keputusan yang diambil manusia di detik-detik terakhirnya.

Film ini disutradarai oleh Mai Sakai, yang dikenal memiliki sentuhan emosional kuat dalam karya-karyanya. Visual film digarap dengan pendekatan tenang dan intim, membuat penonton fokus pada emosi karakter, bukan sekadar drama berlebihan. Alur ceritanya mengalir pelan namun dalam, memadukan realita pahit kehidupan dengan sentuhan fantasi yang justru terasa dekat dengan keseharian.

Baca juga: Drama Jepang ‘Last Samurai Standing’ Lanjut Season 2, Netflix Beri Lampu Hijau

Daigo Nishihata mengaku tertarik sejak pertama kali membaca judulnya yang terdengar nyeleneh. Namun, setelah mendalami ceritanya, ia merasa film ini membawa pesan kuat tentang bagaimana manusia memandang kematian bukan sebagai akhir, melainkan sebagai pengingat bahwa hidup memiliki nilai. Sementara itu, Riko Fukumoto menyebut perannya sebagai Yuki memberinya sudut pandang baru tentang empati dan keberanian menghadapi kehilangan.

Film ini bukan hanya soal kematian, tetapi tentang bagaimana manusia memilih untuk terus hidup meski dunia terasa berat. Film ini dijadwalkan tayang pada musim gugur 2026 (Oktober). Sudah penasaran? Tandai kalendermu agar tidak ketinggalan!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Yahoo.co.jp

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU