INDOZONE.ID - Film Indonesia bukan cuma soal hiburan ringan atau drama keluarga. Di balik layar, ada sejumlah judul yang justru bikin geger.
Ceritanya dianggap terlalu berani, sensitif, atau melanggar batas norma yang berlaku. Mulai dari tema agama, kekerasan brutal, hingga muatan dewasa, film-film ini memicu perdebatan panjang di publik.
Kira-kira ada apa aja film Indonesia yang sempat dilarang tayang di bioskop? Kita bahas alasan pelarangan dan kontroversinya di sini!
Film Indonesia Dilarang Tayang di Bioskop
1. Merah Putih: One for All (2025)
Film Indonesia terbaru yang dilarang tayang di bioskop adalah Merah Putih: One for All. Film ini menceritakan delapan anak yang ditugaskan menjaga bendera merah putih jelang Hari Kemerdekaan.
Masalahnya, bendera itu tiba-tiba hilang. Mau nggak mau, mereka harus kerja sama untuk menemukannya kembali dengan waktu terbatas.
Akan tetapi, animasi ini batal tayang karena banyak kontroversi bermunculan. Penggemar hingga kritikus film menilai kualitas visual yang dinilai di bawah ekspektasi.
Selain itu, adanya dugaan penggunaan aset 3D hasil plagiarisme dan proses produksi yang terlalu terburu-buru. Film ini juga jadi sorotan karena biaya produksinya yang besar dianggap nggak sebanding dengan hasil akhirnya.
Baca juga: Nggak Kedeteksi di Aplikasi Shazam, OST Animasi Merah Putih One For All Diduga Buatan AI?
2. Kiblat atau Thaghut (2024)
Taghut juga termasuk film Indonesia yang sempat dapat kritik keras. Setelah banyak perdebatan, film ini diganti judul. Ceritanya tentang mahasiswi yang mengidolakan pemilik padepokan yang bisa menyembuhkan penyakit.
Awalnya berjudul Kiblat, posternya dianggap menampilkan gerakan rukuk dengan posisi kepala menghadap ke atas. Poster tersebut dinilai terlalu eksplisit dan dianggap menyinggung agama Islam.
Selain itu, Kiblat juga dapat somasi dari para dukun karena dianggap memberi citra negatif terhadap praktik pengobatan tradisional di Indonesia.
Baca juga: Kontroversi Film 'Thaghut', Somasi dari Praktisi Pengobatan Alternatif
3. Suster Keramas (2009)
Suster Keramas adalah salah satu film Indonesia yang cukup kontroversial. Film ini menuai protes dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) karena dinilai mengganggu norma agama dan kesopanan yang berlaku di masyarakat.
Suster Keramas bercerita tentang Michiko, seorang turis asal Jepang yang datang ke Indonesia untuk mencari kakaknya yang kerja sebagai perawat.
Dalam proses pencarian itu, ia bertemu dengan tiga orang yang bersedia membantunya. Namun, situasi berubah saat mereka satu per satu mulai mengalami teror makhluk gaib.
4. ML (Mau Lagi) atau Cintaku Selamanya (2008)
Film Indonesia yang satu ini juga sempat dilarang tayang. Ceritanya sendiri soal Wisnu, mahasiswa yang dapat tugas membuat film dokumenter bertema sensual.
Untuk riset, ia banyak bergantung pada dua sahabatnya, Askar dan Mario, yang dikenal berpengalaman dalam urusan tersebut.
Film ini sempat dilarang beredar karena judul awalnya dianggap mengandung muatan dewasa. Judulnya pun beberapa kali diganti, dari ML (Mau Lagi), My Love, sampai My Love Forever. Namun akhirnya, film ini resmi dirilis dengan judul Cintaku Selamanya.
5. Pocong (2006)
Film ini termasuk legendaris, tapi sempat menuai kontroversi. Film ini mengisahkan soal laki-laki yang hidupnya berubah setelah keluarganya dibantai secara brutal oleh kawanan penjarah.
Adik dan kedua orang tuanya tewas mengenaskan. Ia jadi satu-satunya yang selamat, tapi trauma berat membuat kondisi mentalnya nggak stabil.
Dalam keadaan itu, laki-laki ini mulai melihat penampakan arwah adiknya. Semakin sering sosok tersebut muncul, semakin besar pula dendam yang tumbuh di dalam dirinya.
Film ini dilarang beredar oleh Lembaga Sensor Film (LSF) karena dianggap terlalu sadis. Selain itu, ceritanya dinilai bisa memunculkan trauma lama, mengandung unsur SARA, serta ada adegan kekerasan ekstrim.
6. Pembalasan Ratu Laut Selatan (1988)
Terakhir, ada Pembalasan Ratu Laut Selatan dalam jajaran film Indonesia yang dilarang tayang di bioskop. Kisahnya tentang balas dendam seorang Nyi Roro Kidul karena dipermalukan oleh lelaki sakti.
Ia memanfaatkan jasad seorang perempuan bernama Wanda. Setiap pria yang berhubungan wanita ini akan tewas secara mengenaskan.
Saat dirilis, film ini langsung heboh. Cerita soal kekerasan dan adegan sensual dilihatkan terang-terangan. Alhasil, Pembalasan Ratu Laut Selatan ditarik dari peredaran oleh Badan Sensor Film (BSF).
Pada 1994, film ini disensor ulang, diwajibkan mengganti judul dari Misteri Pusaka Laut Selatan, dan durasinya dipangkas menjadi 80 menit.
Itulah deretan film Indonesia yang paling kontroversial. Bukan cuma menuai kritik tajam, film ini juga memicu perdebatan panjang di antara pencinta dan kritikus film. Dari semuanya, mana nih yang menurutmu paling bikin penasaran?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: IMDb