INDOZONE.ID - Dalam dunia perfilman, kamu tentu sudah akrab dengan tayangan cuplikan singkat berupa teaser maupun trailer.
Keduanya dirancang khusus sebagai 'umpan' untuk memikat audiens agar tidak sabar menyaksikan versi penuh dari film tersebut.
Di era digital saat ini, potongan video ini tersebar luas di media sosial guna menjaring penonton sebanyak mungkin.
Walaupun fungsinya tampak identik, sebenarnya ada perbedaan mendasar yang memisahkan keduanya, mulai dari panjang durasi hingga cara pengemasan ceritanya.
Baca juga: Film “Semua Akan Baik-Baik Saja” Tayang Kapan? Ini Jadwal dan Daftar Pemainnya
1. Definisi
Teaser merupakan sebuah klip super pendek dari suatu film yang biasanya menyorot bagian paling menarik. Tayang dengan durasi kurang dari 13-60 detik, teaser memberikan sedikit sekali dialog dan klip dari konten film.
Sedangkan trailer adalah pratinjau yang berisi bagian menarik dan penting yang kemudian disingkat dalam durasi yang pendek yaitu 2,5 menit. Durasi tayang tersebut sudah disepakati oleh Movie Picture Association of America (MPAA).
2. Tujuan
Jika teaser fokus pada strategi 'menggoda' melalui durasi pendek demi membangun rasa ingin tahu yang besar, maka trailer berfungsi sebagai media promosi yang lebih deskriptif.
Trailer menyuguhkan detail informasi yang lebih kaya, mulai dari pengenalan karakter hingga sekilas konflik dalam cerita.
Hal ini bertujuan untuk memberikan landasan pengetahuan bagi penonton mengenai isi film secara keseluruhan sebelum mereka memutuskan untuk pergi ke bioskop.
3. Proses produksi
Dari sisi linimasa produksi, teaser umumnya digarap mendahului atau bersamaan dengan proses syuting film.
Cuplikan ini sering kali dirilis ke publik bahkan sebelum tahap pengambilan gambar dan penyuntingan akhir tuntas, sehingga kehadirannya terpaut cukup jauh dari tanggal penayangan perdana.
Sebaliknya, trailer baru dirakit setelah seluruh rangkaian produksi film selesai dilakukan. Hal inilah yang memungkinkan trailer menyuguhkan informasi yang jauh lebih komprehensif, mulai dari identitas studio, jajaran sutradara dan pemeran, hingga detail teknis seperti sinematografi.
4. Film Pertama Kali
Teaser pertama kali dibuat pada tahun 1920 dari film Idol Dancer, sebuah film drama bisu yang disutradarai oleh D. W Griffith. Pertama kali populer, teaser ditayangkan dalam waktu seminggu sebelum pemutaran film. Namun lambat laun, teaser tayang beberapa bulan bahkan tahun sebelum film rilis secara resmi.
Berbeda dengan teaser, trailer sudah ada jauh sebelum teaser muncul. Film The Pleasure Seekers telah menampilkan trailer pada tahun 1913. Biasanya trailer tayang dalam waktu dekat dengan perilisan film.
Baca juga: 5 Film Indonesia yang Sukses Lampaui 3 Juta Penonton: dari 'KKN di Desa Penari' hingga 'Dilan 1990'
5. Struktur
Secara struktural, teaser bersifat lebih fleksibel tanpa plot khusus, mengandalkan momen-momen paling impresif dari sebuah film untuk memikat mata.
Berbeda dengan trailer yang secara sistematis menerapkan struktur tiga babak guna merangkum perjalanan cerita dari awal hingga akhir dalam klip singkat.
Penggunaan alur non-linear dalam trailer juga menjadi strategi agar benang merah cerita tidak sepenuhnya tertebak.
Kini, perbedaan antara kedua jenis cuplikan ini sudah semakin jelas bagi kamu. Meski berbeda cara pengemasan, keduanya tetap menjadi senjata utama penyedia konten film untuk menarik perhatian massa di berbagai platform.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Gramedia