INDOZONE.ID - Seorang kru teknis special effects mengalami kecelakaan kerja saat menggarap sekuel live-action How to Train Your Dragon 2 di Inggris.
Mengutip data dari Variety, korban kehilangan beberapa jari tangan akibat insiden gergaji di bengkel studio Elstree pada awal bulan ini.
Walaupun telah menjalani upaya operasi yang panjang, jari-jari yang terluka tersebut dipastikan tidak bisa disambungkan kembali.
Kejadian ini menambah catatan insiden keselamatan di luar set utama selama masa produksi berlangsung.
Baca juga: Sinopsis dan Pemain 'Euphoria Season 3', Serial Barat Paling Ditunggu 2026
Film How to Train Your Dragon 2 garapan sutradara Dean DeBlois ini sebelumnya membuat seluruh versi animasi waralaba tersebut serta remake live action pertamanya pada 2025.
Proses syuting dimulai pada Februari di Sky Studios Elstree, berbeda dari film pertama yang diproduksi di Titanic Studios, Belfast.
Mason Thames dipastikan kembali mengisi peran utama dalam proyek ini, didampingi oleh deretan aktor pendukung seperti Nico Parker, Gabriel Howell, Julian Dennison, hingga Nick Frost dan Gerard Butler.
Hal yang menarik perhatian adalah bergabungnya Cate Blanchett untuk memerankan Valka secara fisik, karakter yang sebelumnya telah ia suarakan di versi animasi.
Selain itu, jajaran pemain semakin diperkuat dengan kehadiran Ólafur Darri Ólafsson dan Phil Dunster sebagai anggota baru.
Berada di bawah naungan Universal, Marc Platt Productions bertanggung jawab atas produksi film ini yang direncanakan rilis ke publik pada 11 Juni 2027.
Hingga kini belum ada penjelasan rinci terkait penyebab kecelakaan tersebut.
Tahun lalu, serikat pekerja kru film Inggris Bectu bersama serikat produser Pact sempat mengungkapkan kekhawatiran mengenai aspek kesehatan dan keselamatan kerja di industri film dan televisi.
Baca juga: 7 Film Terbaru Anne Hathaway di 2026, Ada The Devil Wears Prada 2!
Pelanggaran kesepakatan waktu istirahat atau broken turnaround disebut sebagai faktor utama yang mengancam keselamatan pekerja film saat ini.
Spencer Macdonald selaku Sekretaris Nasional Bectu memperingatkan bahwa jam kerja yang melampaui batas menurunkan standar keamanan dan performa kru di lapangan.
Data dari serikat menunjukkan bahwa kelelahan ini telah menyebabkan berbagai kecelakaan dan situasi nyaris celaka (near-miss), sekaligus menjadi beban bagi kesehatan mental para pekerja.
Kondisi ini mendesak dilakukannya evaluasi terhadap kepatuhan kontrak kerja di industri hiburan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Variety