Menyelami Dunia Fandom Kpop di 'Night Shift For Cuties' dari Kacamata Muti dan Jenar, Serial Indonesia Terbaru di Netflix
INDOZONE.ID - Bagi para penggemar drama yang ingin melihat sisi lain kehidupan remaja penggemar K-pop, serial terbaru Night Shift For Cuties menawarkan perspektif yang unik dan emosional. Berlatar di sebuah pasar swalayan kecil bernama K-Nyeong Mart, cerita ini mengikuti dua perempuan muda, Muti dan Jenar, yang berjuang menghadapi kesepian, tanggung jawab keluarga, dan keinginan untuk merasa cukup, sambil tetap setia pada dunia fandom mereka.
Press conference perkenalan serial ini digelar pada Kamis,(4/6/2026) di kawasan M Bloc, Jakarta Selatan. Acara tersebut menghadirkan Monica Vanesa Tedja (Mica) selaku sutradara dan co-writer, serta para pemeran utama, Shenina Cinnamon dan Nadya Syarifa. Dalam kesempatan itu, mereka membagikan inspirasi, karakter, dan pesan yang ingin disampaikan melalui serial ini.
Dari Observasi Menjadi Cerita
Menurut Mica, ide awal serial ini lahir dari pengalaman pribadinya melihat seorang teman yang menjadi ARMY, fans grup Kpop BTS.
“Aku melihat transformasinya; sebelumnya dia berbeda, tapi ketika matanya berbinar karena K-pop, semuanya berubah—cara berpenampilan, cara bicara, bahkan semangat hidupnya meningkat. Dari situ aku tertarik melihat apa yang ada di balik passion dan obsession ini,” ujar Mica kepada media.
Ia menambahkan, Night Shift For Cuties tidak hanya menampilkan fandom sebagai latar, tetapi sebagai semesta utama bagi kedua protagonis. Bagi mereka, menjadi penggemar bukan sekadar hobi, tapi ruang aman untuk merasa diterima dan cukup.
Karakter dan Cerita Mereka
Shenina Cinnamon memerankan Muti, seorang perempuan muda yang menanggung tanggung jawab keluarga sekaligus mengejar mimpinya.
“Aku tertarik dengan proyek ini karena ada elemen K-pop. Jadi walaupun aku tidak debut sebagai idol, aku bisa merasakan pengalaman penggemar melalui karakter ini,” jelas Shenina.
Nadya Syarifa berperan sebagai Jenar, yang kerap menghadapi penilaian dari keluarga maupun lingkungan.
“Jenar meminjam confidence idolnya untuk melewati hidup. Hal yang sama dirasakan Muti. Mereka berada di frekuensi yang sama, merefleksikan kehidupan nyata dan kehidupan film,” ujar Nadya.
Interaksi kedua karakter ini menjadi jantung cerita, menonjolkan persahabatan yang tumbuh dari obsesi bersama terhadap grup Purple Tea.
Fandom Sebagai Pelarian dan Kekuatan
Serial ini menggambarkan sisi emosional fandom dengan jujur dan realistis. Muti dan Jenar, yang disebut Cuties karena kecintaan mereka pada Purple Tea, menjalani aktivitas penggemar mulai dari menonton streaming, mengikuti konten idola larut malam, hingga menabung untuk merchandise.
Baca juga: 6 Alasan Nonton Teach You a Lesson, Drakor Action Sekolah Netflix yang Unik!
Lagu-lagu favorit menjadi sahabat setia yang menawarkan “pelukan hangat” ketika hidup terasa berat.
Mica menegaskan, serial ini tidak ingin menilai fandom sebagai sesuatu yang salah. “Yang menarik adalah ketika batas antara fantasi dan realitas kabur, di situ biasanya ada luka yang belum selesai,” ujarnya. Perspektif ini menghadirkan keseimbangan antara kegembiraan menjadi penggemar dan tantangan emosional yang mungkin muncul.
Sinopsis Night Shift For Cuties
Cerita dimulai ketika Muti, berusia 21 tahun, mulai bekerja malam di K-Nyeong Mart dan bertemu Jenar, 22 tahun, yang memiliki obsesi yang sama terhadap Purple Tea. Dalam kehidupan mereka yang penuh tanggung jawab, keduanya menemukan dukungan, keberanian, dan persahabatan melalui fandom.
Serial ini mengeksplorasi dinamika hubungan mereka, pengalaman menjadi fangirl, dan bagaimana musik K-pop bisa menjadi pelarian sekaligus kekuatan untuk menghadapi realitas.
Serial 'Night Shift For Cuties' sudah bisa disaksikan di Netflix mulai 4 Juni 2026;
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan