Sabtu, 11 JULI 2026 • 17:55 WIB

Di Balik "Aku Sebelum Aku": Bukan Sekedar Film Keluarga, Tapi Juga Sejarah yang Dihilangkan

Author

Netflix putar perdana "Aku Sebelum Aku" di Jakarta, angkat kisah Jati yang tertekan ekspektasi ayah, tayang global 16 Juli 2026. (INDPZPNE/Siti Gea Arzetty)

INDOZONE.ID - Bayangkan jadi anak berprestasi yang selalu menang lomba, menang podium, selalu juara 1 di setiap kompetisi, namun merasa hampa. Itulah yang dialami Jati, tokoh utama dalam film "Aku Sebelum Aku" yang digarap oleh Gina S. Noer.

Menjelang penayangan globalnya pada 16 Juli 2026 ini, Netflix mengundang tamu dan media untuk turut hadir dalam penayangan perdana film "Aku Sebelum Aku" di Studio 1 XXI, Senayan City. 

Menariknya, acara pada Sabtu ini bukan cuma soal menonton film lalu pulang. Sesi pemutaran film pukul 13.00-15.45 WIB akan langsung dilanjutkan dengan sesi tanya jawab bersama Gina S. Noer, Widuri Puteri, Prastiwi Dwiarti, Aming, dan Poppy Sovia.

Baca juga:  Netflix Rilis Cuplikan Perdana Film Thriller ‘Wall to Wall’, Tayang 18 Juli

Kesempatan langka untuk penonton menggali lebih dalam proses kreatif di balik cerita yang relevan dengan banyak keluarga Indonesia ini.

Menariknya lagi, ini menandai debut resmi Gina S. Noer sebagai sutradara film panjang untuk Netflix, sekaligus reuni kolaborasinya dengan Ringgo Agus Rahman yang sebelumnya sudah teruji lewat sejumlah proyek serupa.

Menurut Gina S Noer, yang menjadi sutradara sekaligus penulis, film ini bukan sekedar film keluarga dan parenting, tapi juga tentang sejarah dan silsilah keluarga. Risetnya pun dari cerita di keluarganya.

"Ini bukan film keluarga atau parenting saja, tapi juga tentang sejarah," kata Gina di hdapan media dan penonton.

Baca juga:  Adaptasi Live Action Serial 'Persona' Digarap Netflix, 21 Laps & Story Kitchen Jadi Produser

Idenya muncul dari ketika anaknya bertanya dengan sang ibu yang kebetulan lahir di tahun 1945. Saat itu sang anak menanyakan apa rasanya di lahir beberapa bulan sebelum Indonesia merdeka.

"Ibuku belum pernah ditanya seperti itu. Sampai akhirnya dia cerita bagaimana ia melewati zaman kemerdekaan, plitik era orde lama, krisis ekonomi, sampai akhirnya era digital dan tentang AI sekarang," tambahnya.

Dari pertanyaan itu juga, ia mulai mengenal silisalah keluarganya dulu. Ternyata ia baru tahu punya darah seorang Bajak Laut dari Kalimantan dan mengetahui tentang kakek tirinya yang ternyata seorang romusha.

"Makanya ini personal banget," katanya.

Ketika Prestasi Justru Jadi Beban

"Aku Sebelum Aku" mengangkat kisah Jati (Bima Sena), remaja berprestasi yang kerap menjuarai kompetisi sains.

Alih-alih bahagia, kemenangan demi kemenangan justru memicu serangan panik yang selama ini terpendam, sebagai buntut dari ekspektasi besar sang ayah, Jaya (Ringgo Agus Rahman), yang memandang segala sesuatu lewat kacamata kesuksesan semata.

Titik balik cerita muncul ketika Jati mendapat tugas sekolah untuk menelusuri silsilah keluarganya. Proyek sederhana ini justru menuntunnya menggali luka yang diwariskan lintas generasi.

Sekaligus mempertanyakan ulang apakah pencapaian benar-benar satu-satunya ukuran nilai seseorang. Film berlabel usia 13+ ini juga diperkuat deretan pemeran lain seperti Widuri Puteri, Prastiwi Dwiarti, dan Aming.

Buat penonton yang penasaran, "Aku Sebelum Aku" akan tayang global dan eksklusif di Netflix mulai 16 Juli 2026, tak lama setelah momen pemutaran perdana yang penuh kehangatan ini berlangsung.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU