INDOZONE.ID - Banyak orang bertanya-tanya, apa yang membuat The Odyssey layak masuk daftar tontonan tahun ini?
Bukan hanya karena digarap Christopher Nolan, film ini juga menghidupkan kisah lama yang berusia ribuan tahun silam dalam skala produksi yang ambisius.
Nah, bagi kamu yang penasaran, berikut enam fakta unik film The Odyssey yang bisa bikin kamu makin tertarik untuk menontonnya:
1. Puisi Epik Berusia Hampir 3.000 Tahun
The Odyssey diadaptasi dari puisi epik karya Homer atau biasa dikenal sebagai penyair besar Yunani yang diperkirakan hidup pada abad ke-8 atau ke-9 sebelum Masehi.
Puisi ini diduga berusia hampir 3.000 tahun, yang di mana paada saat itu menjadi salah satu fondasi sastra dunia dan terus memengaruhi berbagai bentuk budaya populer.
Christopher Nolan sutradara film ini, melihat mitologi Yunani belum pernah benar-benar dihadirkan melalui skala produksi besar dengan pendekatan sinematik modern.
Ia pun berusaha menghormati teks asli Homer sambil membuat kisahnya tetap dekat dan mudah dipahami oleh penonton masa kini.
2. Berlatar Setelah Perang Troya
Odysseus dikenal sebagai pencetus strategi Kuda Troya yang membantu pasukan Yunani memenangkan Perang Troya.
Namun, cerita The Odyssey justru dimulai setelah perang berakhir, ketika ia berusaha kembali ke Ithaca untuk menemui Penelope dan Telemachus.
Perjalanannya tentu tidak mulus mereka diganggu badai, makhluk mitologi, murka para dewa, hingga godaan Calypso yang ingin menjadikannya suami.
Akibat berbagai rintangan tersebut, perjalanan pulang Odysseus berlangsung selama 10 tahun dan berubah menjadi kisah tentang kesetiaan, serta trauma perang.
3. Mitologi Dihadirkan Secara Realistis
Dunia The Odyssey menghadirkan berbagai makhluk mitologi seperti Cyclops, Sirens, dan Scylla.
Film ini juga menampilkan Kuda Troya sebagai salah satu elemen legendaris dalam ceritanya.
Meski begitu, Nolan tidak ingin keseluruhan dunia tersebut hanya bergantung pada efek digital.
Oleh karena itu, sebagian besar adegan direkam menggunakan kapal sungguhan dan mengambil lokasi di laut terbuka.
Baca juga: Ulasan Awal 'The Odyssey' Sangat Positif, Kritikus Sebut Salah Satu Karya Terbaik Christopher Nolan
Pemilihan lokasi alami dilakukan agar perjalanan Odysseus terasa lebih nyata bagi penonton.
Sementara itu, Cyclops diwujudkan melalui perpaduan animatronik, teknik boneka, dan efek visual yang dikembangkan bersama desainer produksi Ruth De Jong
4. Syuting di Enam Negara Selama 91 Hari
Pengambilan gambar The Odyssey berlangsung di enam negara. Lokasinya mencakup Yunani, Maroko, Islandia, Italia, Skotlandia, dan Amerika Serikat.
Meski dijadwalkan selama 100 hari, seluruh proses syuting berhasil diselesaikan hanya dalam 91 hari.
Produksi tetap berjalan berat karena para pemain dan kru harus menghadapi berbagai medan terjal dan cuaca buruk yang membantu menghadirkan kerasnya perjalanan Odysseus secara lebih nyata.
5. Pemilihan Lupita Nyong’o Memicu Kritik
Keterlibatan Lupita Nyong’o sebagai Helen dari Troya dan Clytemnestra memicu kritik dari sebagian penggemar bahkan sebelum film ditayangkan.
Perdebatan muncul karena warna kulit sang aktris dianggap tidak sesuai dengan bayangan mereka terhadap tokoh Yunani kuno.
Nolan menilai kritik tersebut terlalu dini karena publik belum melihat film maupun memahami penafsiran yang ia hadirkan.
Berkaca dari pengalamannya menggarap trilogi Batman, ia memilih tetap fokus menghormati teks asli melalui pendekatan kreatif yang diyakininya.
6. Travis Scott Menjadi Penyair
Kehadiran Travis Scott dalam daftar pemain menjadi salah satu kejutan terbesar dari produksi The Odyssey.
Baca juga: 7 Film Internasional Juli 2026 di Bioskop, Ada 'The Odyssey' sampai 'Moana'
Rapper tersebut dikabarkan memerankan seorang penyair yang diduga merupakan Demodocus atau tokoh yang menyanyikan kisah-kisah Perang Troya di hadapan Odysseus.
Lagu Demodocus menjadi momen emosional karena membuat Odysseus menangis saat mengingat kembali perang yang baru saja dilaluinya.
Itulah beberapa fakta uni yang ada di film Odyssey, kamu tertarik untuk menontonnya?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Guardian