Reacher Season 2: Penulisan yang Berbobot dan Semakin Kuat, Sekuat Penokohan dan Tubuh Alan Ritchson
INDOZONE.ID - Buat kamu yang mengikuti serial crime thriller "Reacher" di musim pertama, tentu bersukacita akan cerita untuk musim kedua. Diadaptasi dari novel ke-11 "Bad Luck and Trouble" karya Lee Child, serial ini mendapat cerita yang lebih kuat dari season sebelumnya.
Seperti yang diketahui, sebagian besar daya tarik dari serial "Reacher" season pertama yang tayang di Amazon Prime Video adalah bagaimana itu menyoroti sifat soliter karakter tersebut. Jack Reacher yang diperankan kembali oleh Alan Ritchson adalah protagonis langka yang mengembara Amerika dan terlibat dalam situasi yang bukan ia sebabkan, tetapi membutuhkan keterampilan khusus yang dimilikinya.
Kali ini, showrunner Nick Santora beralih ke alur cerita yang membutuhkan bakat Jack Reacher lebih dari sekadar mesin pembunuh.
Sipnosis "Reacher" Season 2
Serial ini dimulai dengan dengan seorang pria yang tidak beruntung dilempar (hidup) keluar dari helikopter 3.000 kaki di atas Pegunungan Catskills. Pria tersebut adalah Calvin Franz, mantan anggota Unit Investigasi Khusus 110th MP, anak buah Jack Reacher.
Baca Juga: Review Serial Reacher: Ketika Pejabat, Polisi, dan Sindikat Pemalsu Uang Berkonspirasi
Reacher kemudian dihubungi Frances Neagley (Maria Sten, mengulang peran dari Musim Satu), yang memberi tahu Reacher tentang kematian Franz, dan juga memberitahunya bahwa ia (secara ironis) satu-satunya dari sembilan anggota tim lama mereka yang berhasil dihubungi.
Neagley dan Reacher berhasil menyatukan kembali beberapa anggota tim lama. Itu termasuk David O'Donnell yang cerdas (Shaun Sipos), sekarang seorang detektif swasta di Washington, DC, dan akuntan Karla Dixon (Serinda Swan), yang diyakinkan kita bahwa ia pernah memiliki ketertarikan tidak terbalas dengan Reacher di masa lalu.
Bukan kuat secara fisik, tapi juga secara kontemplasi
Season kedua ini memiliki cerita yang lebih kuat, mulai dair penulisan, penokohan, serta aksi brutal Reacher dan mantan teman-temannya melawan sebuah perusahaan raksasa yang menyelundupkan rudal pintar untuk dijual ke teroris bengis.
Baca Juga: Alan Ritchson dari Serial 'Jack Reacher' Dikabarkan Bergabung dengan 'Fast X'
Penjahat kali ini adalah kepala perusahaan pertahanan, Shane Langston (Robert Patrick). Patrick selalu memerankan penjahat fenomenal T2 dari film fenomenal "Terminator 2". Wajah dan sifatnya yang bengis bikin gregetan.
Mulai dari adegan pertama saja, kita disuguhkan orang yang dilempat dari helikopter dan jatuh di hutan penuh salju. Termasuk adegan Jack reacher menghajar kaca sebuah mobil dan mengenai pelaku pemerasan yang menawan seorang anak.
Aksi tembak-tembakan memang lebih banyak di akhir-akhir episode, namun adu fisik antara Reacher yang bertubuh seperti raksasa menjadi favorit semua orang. Karakternya yang kuat semakin tebal ketika para penjahat mulai bergosip dengan seorang sosok besar yang tidak bisa digoyahkan.
Salah satu contoh seperti dilakukan Shane Langston yang mendengar kalimat dari orang yang akan dibunuh; "Si Besar akan mencarimu dan aku tak tahu apa yang akan ia lakukan padamu." Langston hanya menjawab terheran; "Siapa Si Besar?"
Tak hanya disitu, karakter Jack Reacher juga semakin kuat dari cara ia berkontemplasi. khususnya bagaimana ia memandang sifat penyendiri dan minimalis yang dibandingkan dengan dunia melalui kacamata para teman lamanya.
Baca Juga: Review Serial Loki Season 2 Episode 1, Rahasia Masa Lalu TVA Terungkap
Seperti dilihat, Reacher sempat terkejut mengetahui salah satu rekan lamanya di Uni Penyidik Khusus Militer yang dulunya playboy dan bersumpah tak akan mau berkomitmen, kini menjadi family man yang setia dan dekat dengan anak-anaknya. Termasuk juga mengetahui rekan lamanya yang telah tewas dan membandingkan kehidupan yang dijalani bersama keluarga kecilnya.
Seperti di season pertama, di season kedua ini juga terdapat berbagai adegan kilas balik. Bila di season awal, Reacher kilas balik tentang khidupan masa kecilnya dan diperkenalkan dengan kakak dan orang tuanya, di season 2 ini kita melihat kilas balik reacher dan rekan-rekannya saat menjalani tugasnya di Unit Penyidik Khusus militer.
Saya bersumpah Ritchson sebenarnya semakin besar, tetapi mungkin itu hanya karena dia mengenakan lebih banyak pakaian (aksi untuk musim ini sebagian besar berlangsung di NY/NJ selama musim dingin). Ini mungkin kekecewaan bagi Anda yang telah terbiasa melihatnya melepas baju setiap episode.
Cerita ini seolah memberi cap di kepala kita "bukan tujuan akhirnya, melainkan perjalanannya". Hal ini cocok untuk Reacher, yang kita tahu ditakdirkan untuk memukul dan membalas dendam dengan kemarahan yang sangat besar, apalagi kali ini penjahat mengincar orang terdekatnya.
Baca Juga: Review Series 'Tukar Tambah Nasib', Akankah Menjalani Hidup Orang Lain Jadi Lebih Bahagia?
Tambahan, kali ini, Ritchson menghumanisasi apa yang bisa dengan mudah menjadi otomaton, meskipun satu-satunya emosinya tampaknya adalah marah, kesal, dan lapar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan