Mengenal Sosok di Balik Nama James Bond yang Menginspirasi Ian Fleming: Ternyata Dari Nama Ahli Burung
INDOZONE.ID - Siapa yang nggak kenal James Bond? Sosok karakter agen rahasia populer di dunia sekaligus protagonis dari serial novel “007” karya Ian Fleming.
Ia sudah menulis novel perdananya di tanggal 17 Februari 1952 dengan judul "Casino Royale".
Beberapa dari kita mungkin penasaran, darimana Ian Fleming mendapat inspirasi nama "James Bond" sebagai karakter utamanya?
Buat menjawab pertanyaan itu, kita langsung simak penjelasan yang sudah Indozone rangkum dari berbagai sumber, salah satunya dari The New York Times dan Smithsonian.
Baca Juga: Meski Bantah Bakal Sutradarai Film Terbaru James Bond, Christopher Nolan Tertarik Jika Diminta
Nama yang Dipakai Ian Flemming untuk Tokohnya
Saat dalam proses pembuatan buku pertamanya, Ian Fleming sempat tinggal di Jamaika dan mengaku suka melihat burung-burung beterbangan. Bersamaan dengan itu, ada sebuah buku biologi Burung yang ditulis oleh seorang ornitolog (ahli peneltiti burung) bernama James Bond. Buku karyanya James menarik perhatiannya Ian, dari situlah nama "James Bond" terlahir.
James Bond yang asli awalnya belum tahu kalau namanya dipakai dalam novel buatannya Ian Fleming. Saat novelnya Ian booming di era 1960-an, James terkejut kalau ada karakter mata-mata yang namanya sama dengannya. Akhirnya, James dan istrinya mengunjungi kediamannya Ian dan memberikan restu agar namanya tetap dipakai dalam novelnya.
Nama James Bond sang ornitolog sempat viral usai bertemu dengan Ian Fleming. Di tanggal 5 Februari 1964, media Canadian Broadcasting Corporation menjadi media pertama yang mewawancarai James dan Ian.
Karya James Bond di dunia ornitologi sempat dijadikan referensi di beberapa karyanya Ian, misalnya di novel “Dr. No”. Sebagai bentuk penghormatan, Ian pernah memberikan salinan novelnya yang berjudul “You Only Live Twice” lengkap dengan tanda tangannya sendiri. Dalam beberapa sesi wawancara dan film dokumenter tentang karakter "James Bond" pun Ian Fleming sering menyebutkan nama James sebagai inspirasi terbesarnya.
Baca Juga: Mengenal Sosok Lee Seol, Kekasih Donghae Super Junior dalam Drama Terbaru 'Between Him and Her'
Mengenal sosok sang Ornitolog
Kalian mungkin bertanya, siapakah sosok ornitolog James Bond yang jadi inspirasinya Ian Fleming? James Bond adalah seorang ahli biologi khusus Burung atau yang dikenal sebagai ilmu ornitologi.
Ia lahir di Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat pada 4 Januari 1900. James merupakan putra pasangan Margaret Reeves dan Francis Edward Bond, seorang ilmuwan yang pernah melakukan ekspedisi ke Sungai Orinoco, Amerika Selatan di tahun 1911.
James adalah alumni dari Delancey School dan St. Paul's School. Saat sang Ibu meninggal di tahun 1914, James sempat tinggal dengan Pamannya, sebelum akhirnya James dan Ayahnya pindah ke Inggris. Disana, Ia melanjutkan pendidikannya di Harrow School dan Universitas Cambridge. James baru lulus kuliah di tahun 1922.
Menjadi Seorang Ornitolog
James sempat balik ke Amerika setelah lulus kuliah. Ia sempat bekerja di bank selama 3 tahun. Tapi, setelah mempelajari sejarah alam dari sang Ayah, James memilih untuk resign dan mengejar passion dalam hidupnya.
Dia berencana untuk ikut seorang ornitolog bernama Rodolphe Meyer de Schauensee yang akan melakukan ekspedisi ke Hutan Amazon, cuman James saat itu sedang tidak punya uang. Bermodalkan uang pinjaman, James bisa berangkat bareng Rodolphe ke Amazon.
Hasil kerjanya James terbayar saat dirinya menjadi salah satu ilmuwan untuk Academy of Natural Sciences of Philadelphia. Selama jadi ilmuwan, James mengumpulkan berbagai macam spesimen, terutama Burung. James pun menjadi ahli untuk penelitian terhadap Burung-Burung Karibia. Dari situlah James mulai menjadi seorang ornitolog.
Buku-Buku Karya James Bond
Pada tahun 1936, James merilis sebuah buku yang berjudul “Birds of the West Indies”. Di dalamnya, kita akan diperkenalkan dengan lebih dari 400 jenis Burung yang sudah diteliti oleh James. Diketahui kalau penelitian James terhadap jenis-jenis Burung sudah Ia lakukan sejak Ia masih kuliah. Penelitiannya sendiri terus berlanjut sampai ke era 1960-an.
Selanjutnya di tahun 1941, James kembali merilis buku yang berjudul “The Birds of Mt. Desert Island”. Sebagai ilustrator, James mengajak sang Paman yang bernama Carroll Sargent Tyson Jr. Ia akan menggambar setiap jenis Burung dari Mount Desert Island, Maine, AS yang sudah dikumpulkan oleh James.
Penghargaan dan Akhir Hayat
Saat Ian Fleming baru selesai menulis buku pertamanya di tahun 1952, di saat yang sama James baru mendapatkan penghargaan pertamanya berupa Medali Musgrave dari Institut Jamaika. Lalu ada Medali Brewster dari American Ornithologists' Union pada tahun 1954 dan penghargaan Leidy Award dari Academy of Natural Sciences of Philadelphia tahun 1975.
Baca Juga: Suvei: Idris Elba Aktor Paling Diinginkan Fans Jadi The Next James Bond
James wafat di tanggal 14 Februari 1989 pada usia 89 tahun. Jenazahnya dimakamkan di Gwynedd Valley, Philadelphia. Setelah James meninggal, sang Istri yang bernama Mary Fanning Wickham Porcher kerap menulis beberapa memoir untuk mengenang sang Suami. Untuk Mary sendiri dirinya meninggal dunia di tahun 1997.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber, The New York Times, Smithsonian Magazine