Suliyana tampil memukau di Jazz Gunung Ijen 2025 (sumber: banyuwangikab.go.id)
INDOZONE.ID - Jazz Gunung Ijen 2025 kembali memanjakan telinga para pencinta musik dengan paduan harmonis antara keindahan alam Gunung Ijen dan alunan jazz yang megah.
Digelar di Taman Gandrung Terakota, Banyuwangi, Sabtu, 9 Agustus 2025 malam, konser ini menghadirkan suasana hangat meski gerimis membasahi area pertunjukan.
Di seri ketiga Jazz Gunung ini, penyanyi asal Banyuwangi, Suliyana, tampil bersama 13 personel Glam Orchestra.
Mereka membawakan lagu-lagu daerah yang akrab di telinga masyarakat, seperti Cundamani, Kanggo Riko, dan Layang Sworo. Semua lagu itu disulap menjadi versi jazz yang memikat, membuat penonton terpaku hingga akhir pertunjukan.
“Suliyana mampu menyulap lagu-lagu daerah itu berkelas dunia, jadi terasa mewah mendengarnya,” ujar salah satu pengunjung, Aditya Purnama, yang terlihat begitu terkesan.
Baca juga: Perayaan 15 Tahun, Jazz Gunung Bromo 2023 Kembali Hadirkan Indahnya Jazz Merdunya Gunung
Pendiri Jazz Gunung, Sigit Pramono, mengungkapkan bahwa apa yang dilakukan Suliyana dan Glam Orchestra merupakan upaya untuk menghadirkan cita rasa musik yang dapat bersaing di panggung internasional.
“Jazz terbukti mampu menjadi medium untuk merebranding sesuatu menjadi lebih berkelas,” tuturnya.
BRI Jazz Gunung Series 3 Ijen ini adalah bagian dari rangkaian konser jazz yang sebelumnya digelar di Gunung Bromo. Tidak hanya di Ijen, Sigit juga merencanakan acara serupa di Gunung Golo Mori, Labuan Bajo, serta beberapa destinasi alam lainnya di Indonesia.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, yang turut hadir, memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi penyelenggaraan Jazz Gunung sejak 2013. Ia menilai acara ini memperkaya ragam pariwisata Banyuwangi.
“Kami menghadirkan perhelatan seni dari etnik hingga modern, dari yang kolosal hingga yang segmented,” ujarnya.
Ipuk juga memuji langkah penyelenggara yang melibatkan musisi lokal. Menurutnya, hal itu membuktikan bahwa musik daerah dapat berpadu apik dengan jazz tanpa kehilangan keasliannya.
Tahun ini, Jazz Gunung Ijen mengusung konsep jazz n beyond yang tidak hanya menyajikan musik, tetapi juga mendukung pemberdayaan ekonomi lokal. Pengunjung dapat berbelanja di gerai UMKM yang telah dikurasi di sekitar lokasi acara.
“Festival tak sekadar festival, tapi harus mengusung upaya pemberdayaan ekonomi lokal,” tambah Ipuk.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Banyuwangikab.go.id