Para gitaris di acara Guitar Experience (Handout)
INDOZONE.ID - Industri musik Indonesia terus mengalami transformasi, tidak hanya dalam sisi hiburan tetapi juga dalam aspek regenerasi talenta. Gitaris dan komposer kenamaan, Zendhy Kusuma, kini semakin mempertegas perannya sebagai motor penggerak pendidikan musik di Tanah Air.
Melalui kiprahnya yang multidimensi, tidak hanya ingin dikenal sebagai pemain gitar di atas panggung, melainkan juga sebagai mentor bagi musisi masa depan.
Kehadiran Zendhy dalam ajang Experience Guitars Show 2026 yang berlangsung di Lippo Mall Nusantara menjadi bukti nyata komitmen tersebut. Dalam acara bergengsi ini, sosok yang memiliki nama lengkap Zendhy Herdian Kusuma, S.E., S.Sn., LRSL, FLCM tersebut berbagi visi mengenai pentingnya ekosistem pendidikan yang kokoh. Baginya, panggung musik hanyalah satu sisi, sementara edukasi adalah fondasi jangka panjang bagi keberlanjutan industri.
Baca juga: Mengenang Perjalanan Karier Patrick Walden, Mantan Gitaris Babyshambles Meninggal Dunia
Latar belakang akademis Zendhy memang tidak main-main dan menjadi modal kuat dalam mendidik siswa-siswanya. Lulusan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ini memegang kualifikasi internasional yang prestisius, yakni Licentiate of Rockschool Level (LRSL) London dan Fellowship of London College of Music (FLCM) dari University of West London. Sertifikasi ini memperkuat posisinya sebagai pendidik yang memiliki standar global dalam pengajaran gitar klasik maupun elektrik.
Keseriusannya dalam dunia pendidikan diwujudkan melalui pendirian beberapa lembaga khusus, termasuk Zendhy Kusuma Guitar School yang berdiri sejak tahun 2021. Selain itu, ia juga mengelola Istana Nada Music School dan Zendhy Kusuma Lab Center. Melalui wadah-wadah ini, ia secara aktif membimbing murid dari berbagai level untuk memahami bahwa musik adalah perpaduan antara seni, teknik, dan karakter.
Zendhy selalu menekankan bahwa menjadi seorang musisi hebat memerlukan lebih dari sekadar bakat alami. Ada nilai-nilai dasar yang harus ditanamkan sejak dini agar seorang pemain gitar bisa bertahan di tengah persaingan industri yang ketat. Fokus utamanya dalam mengajar adalah pembentukan disiplin dan pemahaman musikalitas yang mendalam bagi setiap individu yang ia bimbing.
"Gitaris yang sukses adalah gitaris yang konsisten," ujar Zendhy.
Baca juga: Kabar Duka, Gitaris Seringai Ricky Siahaan Meninggal Dunia usai Manggung di Jepang
Bagi Zendhy, konsistensi merupakan kunci utama yang seringkali dilupakan oleh banyak talenta muda saat ini. Ia percaya bahwa proses panjang dan latihan yang berkelanjutan adalah jalan satu-satunya untuk mencapai kematangan dalam berkarya. Pendidikan yang ia berikan dirancang untuk membentuk mentalitas pejuang bagi para gitaris agar tidak cepat puas dengan pencapaian instan.
Lebih jauh lagi, Zendhy memiliki filosofi hidup yang ia terapkan dalam setiap langkah kariernya sebagai pendidik. Ia ingin ilmu yang ia miliki tidak berhenti pada dirinya sendiri, melainkan dapat menjadi berkah bagi orang lain. Hal inilah yang mendorongnya untuk terus membuka akses pendidikan musik yang berkualitas bagi masyarakat luas di Indonesia.
"Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya," lanjutnya.
Kiprah Zendhy Kusuma sebagai musisi dan edukator pun tidak luput dari pantauan para legenda musik Indonesia. Salah satu dukungan besar datang dari gitaris Dewa 19, Andra Ramadhan, yang telah lama mengamati perkembangan karier Zendhy. Andra memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas teknis dan kedalaman komposisi yang diciptakan oleh juniornya tersebut.
"Zendhy adalah musisi, gitaris, sekaligus komposer yang sangat handal. Saya mengikuti karya-karyanya sejak album pertama, dan menurut saya dia adalah salah satu extraordinary guitarist di Indonesia," kata Andra.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Release