Taman di Suro dan Boyo di Surabaya, ikon kota Surabaya. (Instagram/@surabaya)
INDOZONE.ID - Jawa Timur adalah salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki ragam budaya luar biasa, tak terkecuali dalam hal kesenian musik. Lagu daerah Jawa Timur sangat unik karena liriknya mencerminkan kekayaan linguistik setempat, mayoritas dibawakan dengan bahasa Jawa dialek khas Timuran (seperti Suroboyoan) hingga bahasa Madura yang kental.
Jika ditelusuri maknanya, sederet lagu asal Jawa Timur ini tidak sekadar menjadi pelengkap hiburan atau pengiring tarian tradisional. Di dalam lirik-liriknya, terselip pesan moral yang mendalam, mulai dari ajakan untuk bersyukur, kerukunan bermasyarakat, dokumentasi sejarah pahlawan, hingga menceritakan tradisi atau mata pencarian sehari-hari, seperti kerapan sapi dan kerasnya kehidupan nelayan.
Bagi Anda yang sedang mencari referensi tugas sekolah atau sekadar ingin bernostalgia melestarikan kebudayaan Nusantara, berikut INDOZONE sajikan daftar lagu daerah Jawa Timur terlengkap.
Baca juga: Sejarah Lagu Mariam Tomong Berasal dari Daerah Tapanuli Sumatera Utara
Mari mulai dengan lagu-lagu ikonik yang rasanya hampir semua penduduk Jawa Timur dan luar daerah pernah mendengarnya.
Berasal dari Kota Pahlawan, "Rek Ayo Rek" menceritakan kebiasaan anak-anak muda Surabaya di malam Minggu yang pergi berjalan-jalan ke kawasan bersejarah, Jalan Tunjungan. Lagunya sarat akan ajakan bergembira, mencari kenalan, mencicipi kuliner rujak cingur, dan melupakan kesedihan meski uang saku pas-pasan.
Lirik:
Rek ayo rek mlaku mlaku nang Tunjungan
Rek ayo rek rame rame bebarengan
Cak ayo cak sopo gelem melu aku
Cak ayo cak nggolek kenalan cah ayu
Ngalor ngidul liwat toko ngumbah moto
Masio mung senggal senggol ati lego
Sopo ngerti nasib awak lagi mujur
Kenal anake sing dodol rujak cingur
Jok dipikir kon podho gak duwe sangu
Jok dipikir angger podho gelem mlaku
Mangan tahu jok dicampur nganggo timun
Malam minggu gak apik digawa nglamun
Lagu berbahasa Indonesia Melayu kuno ini diciptakan untuk menggambarkan hiruk pikuk dan kemeriahan Pelabuhan Tanjung Perak. Zaman dahulu, pelabuhan ini tak hanya sekadar tempat bongkar muat, tapi juga tempat bersantai sambil bermain musik keroncong di bawah terang bulan.
Lirik:
Waktu terang bulan, udara bersinar terang
Teranglah sekali di kotalah Surabaya
Belum berapa lama saya duduk dengan bimbang
Datang kawan saya Pak Joni itu namanya
Mari mari mari kita pergi tanjung perak
Panggil satu taksi kita soraklah bersorak.. Taksi!
Tanjung perak tepi laut
Siapa suka boleh ikut
Bawa gitar keroncong piul
Jangan lupa bawa anggur
Tanjung perak tepi laut
"Jembatan Merah" (ciptaan Gesang) adalah tembang berirama keroncong yang mellow. Lagu ini menyoroti nilai sejarah pertempuran 10 November 1945, menceritakan kepedihan seorang wanita yang harus merelakan kekasihnya pergi ke medan juang melawan Belanda, namun sang kekasih tak kunjung kembali.
Lirik:
Jembatan merah sungguh gagah berpagar gedung indah
Sepanjang hari yang melintasi silih berganti
Mengenang susah hati patah, ingat jaman berpisah
Kekasih pergi sehingga kini belum kembali
Biar Jembatan Merah, andainya patah, akupun bersumpah
Akan kunanti dia di sini, bertemu lagi
Lagu khas dari daerah ujung timur pulau Jawa ini menceritakan tentang pentingnya menjaga kerukunan. Liriknya menasihati agar kita bersikap "ksatria" yang berani bicara terus terang di depan, dan pantang menjelekkan orang lain dari belakang.
Lirik:
Grimis-grimis malem Kemis
Ayu kemulan ben aja kademen
Musime rendeng rata rata kabeh 'dha kadhemen
Ati lamis, ulat manis yen adep-adepan
Mesam mesem katon ayem ora nduwe dendem
Yen satriya terus terang
Aja seneng nyacat uwong yen saka mburine
"Lindri" adalah tembang dolanan yang mengajarkan manusia untuk senantiasa bersyukur. Lewat metafora menanak nasi dalam jumlah sedikit dan hanya berlauk ampas kelapa (bothok teri), lagu ini berpesan agar manusia tidak rakus dan selalu mensyukuri rezeki sekecil apa pun dari Sang Pencipta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber