Jumat, 06 MARET 2026 • 17:45 WIB

Produser Muda Ibnusta Hadirkan Warna Baru Lewat Eksplorasi Suara Tradisional

Author

Ibnusta. (Istimewa)

INDOZONE.ID - Perkembangan musik digital yang pesat melahirkan berbagai pendekatan kreatif baru, salah satunya melalui tangan dingin Ibnu Syifa Takbir Adha

Produser musik muda asal Pringsewu, Lampung ini dikenal lewat eksplorasinya terhadap berbagai karakter suara. 

Eksperimentasi tersebut menjadi ciri khasnya dalam menciptakan komposisi musik yang menawarkan nuansa berbeda dan segar bagi para pendengar.

Bagi sebagian orang, produksi musik mungkin hanya soal merangkai melodi dan ritme. Namun bagi Ibnu, proses tersebut adalah sebuah ruang eksplorasi yang luas. 

Baca juga: 15 Lagu Barat Romantis Super Bucin, Bikin Hati Meleleh!

Ia melihat setiap instrumen, bahkan yang paling tradisional sekalipun, sebagai peluang untuk menciptakan warna baru dalam komposisi musik digital.

Produser kelahiran Malang, 1 Januari 2006 yang dikenal dengan nama panggung Ibnusta ini tengah menyeimbangkan waktu antara karier musik dan pendidikan tinggi di Universitas Terbuka serta Universitas Siber Asia. 

Di usianya yang masih muda, ia menunjukkan dedikasi tinggi dalam mengeksplorasi industri musik digital. 

Meski memiliki jadwal padat sebagai pekerja dan mahasiswa, Ibnu tetap konsisten memproduksi karya-karya baru secara berkala.

Menurut Ibnu, ketertarikannya terhadap dunia produksi musik tidak lepas dari minatnya di dunia teknologi dan eksplorasi suara.

"Saya suka mencoba hal-hal baru di musik. Ada bidang utama yang saya geluti, yaitu programming dan produksi musik digital. Dua bidang ini menjadi ruang bagi saya intuk terus belajar, berkreasi, dan mengembangkan kemampuan teknis maupun kreativitas," ujar Ibnu, Jumat (6/3/2026).

Sebagai produser musik digital, Ibnusta aktif mempublikasikan karya-karyanya di berbagai platform streaming global. 

Karya-karyanya bisa dinikmati di layanan terkemuka seperti Spotify, YouTube Music, Apple Music, dan berbagai platform distribusi musik digital lainnya. 

Melalui platform tersebut, karya-karyanya dapat tersebar dan diakses pendengar dari berbagai belahan dunia.

Selain di platform musik, karya Ibnusta juga populer di media sosial, dengan ratusan ribu video TikTok yang menggunakan musiknya sebagai latar. 

Hal ini mencerminkan relevansi karyanya bagi tren konten digital saat ini. Ibnu sendiri merasa terkejut dan tidak menduga bahwa produksi musiknya bisa dimanfaatkan secara masif oleh komunitas kreator video.

“Awalnya saya hanya fokus membuat musik yang menurut saya menarik. Ketika ternyata dipakai di banyak video TikTok, itu menjadi motivasi tambahan bagi saya untuk terus berkarya,” katanya.

Hal yang membuat Ibnusta menonjol adalah keberanian dalam bereksperimen dengan berbagai jenis instrumen. 

Ia tak terpaku pada satu gaya musik tertentu. Sebaliknya, ia justru mencoba menggabungkan berbagai unsur dari latar budaya yang berbeda.

Eksperimen terbarunya yang paling menarik ada mengolah suara dari instrumen tradisional “Kebo Giro”, sebuah instrumen yang biasanya dimainkan dalam ansambel gamelan Jawa.

Dalam konteks tradisional, Kebo Giro memiliki karakter suara  khas dan identik dengan gamelan. Namun di tangan Ibnusta, instrumen tersebut mengalami transformasi yang tak biasa.

Melalui proses produksi musik digital, ia mengolah karakter suara Kebo Giro hingga menghasilkan nuansa yang menyerupai instrumen oud khas Timur Tengah, lengkap dengan atmosfer musik bernuansa islami.

“Saya tertarik mencoba memproses Suara Kebo giro karena karakter suaranya unik. Setelah diolah dan diberi beberapa efek, ternyata bisa menghasilkan nuansa yang mendekati suara oud Timur Tengah,” jelas pemilik akun Instagram @ibnusta_ itu.

Bagi Ibnu, eksperimen tersebut bukan sekadar upaya teknis dalam produksi musik, tetapi juga bentuk eksplorasi budaya melalui suara.

“Menurut saya musik itu ruang eksperimen yang sangat luas. Kita bisa mengambil inspirasi dari mana saja, termasuk dari instrumen tradisional. Dengan teknologi produksi musik sekarang, banyak kemungkinan baru yang bisa diciptakan,” ujarnya.

Baca juga: Charlie Puth Akui Buat Lagu Pakai Bantuan AI Selama Bertahun-Tahun

Melalui eksperimen tersebut, Ibnusta berhasil menghadirkan perpaduan yang menarik antara unsur tradisional Nusantara dengan atmosfer musik Timur Tengah. Hasilnya adalah komposisi yang terasa segar, berbeda, dan berkarakter.

Bagi Ibnu, perjalanan kreatifnya masih panjang. Ia berharap dapat terus mengembangkan kemampuan sekaligus menghadirkan karya-karya yang lebih inovatif di masa depan.

“Saya ingin terus belajar dan bereksperimen. Semoga ke depan bisa membuat karya yang lebih unik lagi dan bisa dinikmati oleh lebih banyak orang,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Instagram @ibnusta_

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU