INDOZONE.ID - Disjoki sekaligus penulis lagu Eka Gustiwana mengaransemen ulang lagu "JUMP" untuk Piala Dunia FIFA 2026 dalam versi bahasa Indonesia.
Eka menjelaskan bahwa lagu tersebut tidak dirilis ulang secara komersial, melainkan dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia khusus untuk keperluan konten di media sosial.
"Lagu ini tidak dirilis ulang, tapi dibuat versi bahasa Indonesia nya untuk keperluan konten di sosial media," ujar Eka Gustiwana saat ditemui usai Konferensi Pers Coca-Cola Edisi Piala Dunia FIFA 2026 di Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Baca juga: Lisa BLACKPINK Tampil Bersama Anitta dan Rema Bawakan "GOALS" di Pembukaan Piala Dunia 2026 di LA
Dalam proyek ini, Eka tidak sendiri, tetapi juga turut menggandeng penyanyi rapper Sileto, Tiara, dan Ecko untuk meramu dan mengaransemen ulang arsitektur musiknya.
Selain itu, mereka juga bertugas mengubah liriknya ke dalam bahasa Indonesia dengan tetap menjaga keutuhan makna aslinya.
"Kami dipercaya (Saya, Silet, Tiara, Ecko) dipercaya untuk meramu ulang, kalau bahasa musiknya berarti mengaransemen ulang dan mengubah liriknya ke bahasa Indonesia tapi tidak mengubah makna aslinya," jelasnya.
Menurut pria berusia 36 tahun itu, langkah tersebut diambil demi menunjukkan unsur lokal agar pesan dalam lagu tersebut dapat tersampaikan secara lebih luas kepada masyarakat.
"Kenapa? Supaya ada unsur lokalnya. Supaya lagunya bisa nyampe ke banyak orang," lanjut Eka.
Lebih lanjut, Eka Gustiwana memaparkan bahwa lagu berjudul "JUMP" tersebut merupakan lagu resmi Piala Dunia FIFA 2026 hasil kolaborasi bersama Coca-Cola, sehingga pemilihan materi lagu sepenuhnya sudah ditentukan sejak awal.
"Kalau "JUMP" itu memang lagu resmi Piala Dunia FIFA 2026 bersama dengan Coca-Cola, jadi kami tidak diberi pilihan. Jadi memang itu lagunya "JUMP" dan itu yang harus kami aransemen," ujar Eka menjelaskan.
Baca juga: Kolaborasi Manis EJAE, Andre Bocelli hingga David Guetta di Pembukaan Piala Dunia 2026
Eka sempat cemas jika aransemen baru mereka dinilai terlalu melenceng dan memicu respons negatif dari para pencinta lagu aslinya.
"Sebenarnya, awalnya saya memang agak khawatir, karena itu lagu legend, lagu Ayah dan Ibu saya, mungkin mereka akan marah kalau kita mengubah terlalu jauh," pungkasnya.
Oleh karena itu, ia bersama rekannya berusaha keras mencari titik temu agar aransemen baru tersebut tetap menghormati versi orisinalnya sekaligus memberikan sentuhan modern yang seimbang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan