Gandeng Produser NCT, Dinda Ghania Rilis Single 'Bad Connection' dan Bersiap Guncang 2 Festival Besar
INDOZONE.ID - Solois muda berbakat, Dinda Ghania, kembali menggebrak industri musik tanah air dengan meluncurkan karya internasional terbaru. Setelah sukses berkolaborasi dengan maestro Yovie Widianto pada Februari lalu, penyanyi Gen Z ini resmi merilis single berbahasa Inggris teranyarnya yang bertajuk 'Bad Connection' pada 22 Juni 2026.
Peluncuran lagu ini dilakukan secara serentak di berbagai platform musik digital, yang juga diikuti oleh perilisan video klip resmi di kanal YouTube pribadinya.
Langkah Dinda dalam memproduksi single ini terbilang sangat ambisius karena melibatkan musisi papan atas mancanegara. Untuk urusan arsitektur musik, ia menggandeng Josh Cumbee, produser sekaligus komposer asal Amerika Serikat yang rekam jejaknya telah mendunia. Diketahui, Cumbee merupakan sosok di balik suksesnya lagu-lagu milik diva legendaris Madonna, serta bintang pop masa kini seperti Olivia Rodrigo, Sabrina Carpenter, Rita Ora, hingga idola K-Pop ternama seperti TAEYEON, BoA, dan NCT.
Dalam hal penulisan lirik, penyanyi kelahiran Jakarta ini berkolaborasi dengan Gaston Pong, seorang songwriter andal asal Malaysia. Kolaborasi lintas negara ini berhasil melahirkan sebuah karya bergenre modern pop yang diperkaya dengan sentuhan dance-pop serta teen pop yang energik. Kombinasi tersebut menghasilkan melodi yang segar dan sangat ramah di telinga para pencinta musik modern.
Secara naratif, lagu 'Bad Connection' mengupas tentang situasi emosional seseorang yang terjebak dalam fase penyangkalan (denial) saat jalinan asmaranya mulai retak. Lagu ini menyoroti bagaimana seseorang berusaha meyakinkan diri sendiri bahwa kerenggangan yang terjadi hanyalah masalah teknis komunikasi belaka. Padahal, pada kenyataannya, sang kekasih sudah mulai menjauh dan kehilangan kehangatan perasaan secara emosional.
Dinda menegaskan bahwa melalui lagu ini, ia ingin menyampaikan sebuah pesan mendalam mengenai arti penting keterbukaan dengan pasangan. Menurutnya, sebuah kejujuran jauh lebih baik daripada membiarkan ketidakpastian terus berlarut-larut dalam suatu hubungan.
"Pesan yang ingin aku sampaikan adalah pentingnya kejujuran dalam hubungan. Kalau memang ada masalah atau perasaan yang berubah, lebih baik dibicarakan secara terbuka daripada membiarkan seseorang terus bertanya-tanya dan menyalahkan keadaan," ujar Dinda Ghania.
Mengenai keputusannya untuk kembali merilis karya dalam bahasa Inggris, penyanyi bertalenta ini menjelaskan bahwa pemilihan bahasa sepenuhnya didasarkan pada kebutuhan penyampaian rasa dalam cerita. Baginya, bahasa Inggris mampu memberikan penekanan emosi yang lebih alami dan kuat khusus untuk bait-bait yang ada di dalam lagu ini.
"Menurutku, bahasa adalah medium untuk bercerita, dan kadang ada istilah atau emosi yang terasa lebih natural kalau ditulis dalam bahasa Inggris. Kebetulan waktu menulis 'Bad Connection', aku merasa cerita dan kata yang ada di dalam lagu ini bisa tersampaikan lebih kuat dalam bahasa Inggris. Jadi bukan karena aku lebih memilih satu bahasa dibanding bahasa lainnya, tetapi lebih menyesuaikan bahasa dengan cerita yang ingin aku sampaikan," ungkapnya.
Baca juga: Bakar Semangat Punk Rock Kelas Pekerja, Tenholes Merilis Maxi Single “Membakar Malam”
Tidak hanya membawa kabar bahagia lewat rilisan lagu baru, momentum berharga ini juga akan dilanjutkan Dinda dengan naik ke atas panggung dua festival musik internasional bergengsi. Ia dijadwalkan akan memeriahkan panggung Prambanan Jazz Festival 2026 di Yogyakarta yang digelar pada Juli mendatang, serta siap menggebrak Lalala Fest 2026 di Jakarta pada bulan Agustus 2026.
Untuk memberikan performa terbaiknya di hadapan ribuan penonton festival, Dinda dipastikan akan tampil dengan format full band. Persiapan matang dari segi kualitas vokal, musikalitas, hingga aksi panggung terus dimatangkan demi menyajikan sebuah pertunjukan yang spektakuler dan interaktif.
“Di PJF 2026 dan Lalala Fest 2026 nanti, menurutku lagu-laguku akan terasa lebih hidup ketika dibawakan bersama band karena ada chemistry dan feel yang berbeda dibandingkan menggunakan minus one,” ungkap Dinda Ghania.
Melihat rekam jejaknya, Dinda Ghania yang lahir di Jakarta pada 10 November 2009 merupakan seorang penyanyi sekaligus aktris Gen Z yang telah memulai karier profesionalnya sejak tahun 2020. Di usianya yang masih muda, ia sangat produktif dengan menelurkan belasan karya ciptaannya sendiri seperti 'Unfinished' (2024), 'Backseat Memories' (2025), dan 'Here's To Us' (2025).
Selain itu, ia juga dikenal luas berkat kolaborasi emasnya dengan deretan musisi senior tanah air seperti Melly Goeslaw dalam lagu 'Jangan Pernah Berubah', Yovie Widianto dalam 'Relung Hati', proyek akustik bersama Ariel NOAH untuk lagu 'Never True', serta sempat mengepakkan sayap ke dunia akting lewat film 'Adagium' (2023).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan