INDOZONE.ID - Penyanyi Alfin Habib menghadirkan lagu legendaris "Cindai" dalam interpretasi baru yang tetap mempertahankan kekuatan musik Melayu sebagai identitas utamanya.
Lagu yang dipopulerkan oleh penyanyi asal Malaysia, Siti Nurhaliza, ini kini dibawakan dari sudut pandang seorang laki-laki melalui aransemen yang lebih segar tanpa meninggalkan karakter khas yang telah melekat pada karya aslinya.
Bagi Alfin, keputusan membawakan ulang "Cindai" lahir dari kecintaannya terhadap musik Melayu yang telah menjadi bagian dari perjalanan bermusiknya.
Melalui versi terbaru ini, ia ingin menghadirkan pengalaman mendengarkan yang berbeda sekaligus tetap menghormati kekuatan lagu yang telah dikenal lintas generasi.
Baca juga: Gandeng Produser Hollywood, Dinda Ghania Rilis Lagu 'Half of Me' di Prambanan Jazz 2026
“Saat pertama kali mendapatkan kesempatan membawakan ‘Cindai’, saya benar-benar speechless dan sempat tidak percaya,” ujar Alfin.
Menurut penyanyi kelahiran 1993 tersebut, tantangan terbesar bukan terletak pada teknik vokal, melainkan bagaimana menerjemahkan emosi lagu yang selama ini identik dengan perspektif perempuan menjadi kisah yang tetap terasa alami ketika dinyanyikan oleh seorang laki-laki.
Meski hadir dengan aransemen baru, Alfin tetap mempertahankan kekuatan melodi yang menjadi ciri khas "Cindai".
Ia ingin menghadirkan warna yang lebih dekat dengan selera pendengar masa kini tanpa menghilangkan identitas Melayu yang menjadi jiwa lagu tersebut.
Baca juga: Blok M Jadi Pusat Pesta Musik Soundrenaline 2026, Bawa Musisi DIIV, Sal Priadi hingga Danilla
“Sekarang banyak lagu lama yang diaransemen ulang dengan sentuhan modern. Dari situ saya merasa ini adalah waktu yang tepat untuk menghadirkan kembali ‘Cindai’ dalam versi yang lebih segar, namun tetap mempertahankan nuansa Melayu yang menjadi jiwanya,” tambah Alfin.
Dalam proses penggarapannya, Alfin berupaya menjaga keseimbangan antara sentuhan modern dan karakter asli lagu.
Unsur-unsur khas musik Melayu tetap dipertahankan agar identitas "Cindai" tidak memudar di balik aransemen baru yang lebih relevan dengan selera pendengar saat ini.
“Saya tetap menghadirkan cengkok dan senandung khas Melayu agar esensi lagu legendaris ini tidak hilang,” ujarnya.
Baca juga: Satu Nusa Satu Bangsa, Ini Sejarah dan Makna Lagunya yang Sangat Mendalam!
Upaya tersebut juga didukung oleh pengalamannya sebagai musisi multi-instrumentalis. Selain dikenal sebagai penyanyi, Alfin menguasai berbagai alat musik, seperti biola, akordeon, piano, saksofon, dan gitar.
Kemampuan tersebut membantunya memahami karakter musik Melayu secara lebih mendalam, termasuk saat menyusun aransemen yang tetap mempertahankan identitas musikal lagu.
Sebelum merilis "Cindai", Alfin telah lebih dulu dikenal melalui sejumlah karya, di antaranya "Permaisuri Hatiku" dan "Hilang Saat Terang", yang semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu penyanyi yang konsisten mengusung musik Melayu di Indonesia.
Di tengah berkembangnya berbagai genre musik di platform digital, Alfin memilih tetap berkarya di jalur musik Melayu.
Baca juga: Wonderwall Jadi Lagu Wajib Fans Inggris di Piala Dunia, Ini Alasannya!
Baginya, genre ini memiliki karakter yang kuat sekaligus mampu mengikuti perkembangan zaman sehingga tetap relevan dinikmati oleh berbagai generasi.
“Musik Melayu membentuk perjalanan karier saya sampai hari ini. Walaupun saya sering membawakan berbagai genre saat tampil, orang tetap mengenal saya lewat warna Melayu yang menjadi ciri khas saya,” kata Alfin.
Melalui versi terbaru "Cindai", Alfin berharap lagu ini dapat menjadi ruang bernostalgia bagi para pendengar lama sekaligus memperkenalkan keindahan musik Melayu kepada generasi yang lebih muda.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Rilis