Deretan jutsu atau jurus terkuat di Naruto yang paling ikonik (Pinterest)
INDOZONE.ID - Bicara soal anime legendaris, nama Naruto pasti hampir selalu masuk dalam daftar teratas. Anime ini bukan cuma seru, tapi juga punya jurus ninja alias jutsu yang ikonik dan super kuat.
Sepanjang cerita, para karakter di Naruto punya banyak jutsu dengan kemampuan yang berbeda-beda. Ada yang bisa menghancurkan lawan dalam satu serangan, sampai memanipulasi ruang dan waktu.
Seiring perkembangan cerita, muncul semakin banyak teknik ninja yang kekuatannya luar biasa. Bahkan, beberapa di antaranya dianggap sebagai jurus paling kuat di dunia shinobi karena mampu mengalahkan musuh dengan mudah.
Nah, buat kamu yang penasaran, inilah beberapa jutsu atau jurus terkuat di Naruto yang paling ikonik. Yuk, kita cek bareng di bawah ya!
True Several Thousand Hands, jutsu terkuat di Naruto (Pinterest)
Sage Art Wood Release: True Several Thousand Hands adalah salah satu jutsu paling kuat di dunia Shinobi. Jurus ini dimiliki oleh Hashirama Senju saat berada dalam Sage Mode.
True Several Thousand Hands menciptakan patung kayu raksasa dengan ribuan tangan yang bisa menyerang musuh secara bersamaan.
Kekuatan dan ukurannya bahkan mampu menandingi Perfect Susanoo milik Madara serta Kurama sekaligus.
Baca juga: 10 Villain Terkuat di Anime, Punya Kekuatan Level Dewa!
Susanoo, jutsu terkuat di Naruto (Pinterest)
Susanoo juga termasuk jutsu terkuat di Naruto. Jurus ini adalah manifestasi chakra raksasa yang hanya bisa digunakan oleh pemilik Mangekyo Sharingan.
Susanoo menciptakan pelindung sekaligus prajurit raksasa yang bertarung untuk penggunanya.
Teknik ini juga dilengkapi berbagai senjata seperti pedang, busur, hingga senjata chakra lainnya. Beberapa karakter yang pernah menggunakan Susanoo antara lain Madara, Itachi, Sasuke, Obito, dan Kakashi.
Baca juga: 8 Anime Terbaru 2026 Paling Ditunggu, Wajib Masuk Watchlist!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Collider