INDOZONE.ID - Bagi penggemar manga dan anime The Kindaichi Case Files atau Kindaichi Shōnen no Jikenbo, nama Kosuke Kindaichi tentu bukan hal asing. Dalam berbagai kasus, tokoh utama Hajime Kindaichi kerap menyebut sang kakek sebagai detektif legendaris yang sangat terkenal di Jepang.
Banyak pembaca awalnya mengira Kosuke Kindaichi hanyalah karakter yang diciptakan khusus sebagai bagian latar keluarga Hajime. Namun faktanya, Kosuke Kindaichi memang merupakan tokoh fiksi terkenal yang sudah lebih dulu eksis dalam dunia sastra Jepang jauh sebelum manga Kindaichi lahir.
Mengutip akun detectives_id, Kosuke Kindaichi adalah karakter detektif ciptaan penulis Jepang Seishi Yokomizo. Tokoh ini pertama kali muncul dalam novel misteri Jepang pada era 1940-an, tepatnya di masa Perang Dunia II.
Baca juga: 5 Rekomendasi Film Korea Bertema Detektif, Dijamin Bikin Tegang Sekaligus Ngakak
Kosuke Kindaichi dikenal sebagai detektif eksentrik dengan penampilan sederhana, rambut acak-acakan, serta kebiasaan berpikir unik. Meski tampil tidak meyakinkan, ia memiliki kemampuan analisis luar biasa dalam memecahkan kasus pembunuhan rumit.
Karakter tersebut kemudian menjadi salah satu ikon sastra misteri Jepang dan sering disejajarkan dengan detektif terkenal dunia seperti Sherlock Holmes atau Hercule Poirot.
Beberapa novel terkenal yang menampilkan Kosuke Kindaichi antara lain The Honjin Murders dan The Inugami Clan yang juga telah diadaptasi ke film dan serial televisi Jepang.
Ketika manga The Kindaichi Case Files dibuat oleh Yozaburo Kanari dan Fumiya Sato pada awal 1990-an, mereka menggunakan nama keluarga “Kindaichi” sebagai bentuk penghormatan terhadap karakter klasik karya Seishi Yokomizo tersebut.
Baca juga: 10 Live Action Adaptasi Manga Terbaik di Netflix, Wajib Masuk Watchlist!
Dalam cerita manga, Hajime disebut sebagai cucu dari Kosuke Kindaichi. Konsep ini dikenal sebagai homage atau penghormatan terhadap karya detektif klasik Jepang.
Meski begitu, hubungan tersebut lebih bersifat simbolis dan tidak selalu dijelaskan secara detail dalam alur utama manga.
Penggunaan tokoh atau nama karakter lama dalam karya baru sebenarnya cukup umum dalam dunia sastra dan budaya pop Jepang. Teknik ini sering disebut pastiches, yakni menciptakan karya baru dengan mengambil inspirasi kuat dari karya klasik sebelumnya.
Dalam kasus Hajime Kindaichi, kreatornya tidak sekadar meminjam nama, tetapi juga membawa nuansa investigasi klasik ala novel misteri Jepang era lama ke dalam format manga modern.
Karena itu, banyak kasus dalam manga Kindaichi terasa lebih gelap, penuh trik pembunuhan rumit, serta memiliki atmosfer misteri tradisional Jepang dibanding manga detektif lain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram