INDOZONE.ID - Siapa yang udah nggak sabar nunggu kelanjutan kisah Arisu dan Usagi? Netflix akhirnya resmi merilis Alice in Borderland Season 3!
Serial Jepang Netflix ini sukses bikin penonton deg-degan sejak season pertama. Para pemainnya harus bertahan hidup lewat game-game berbahaya dan plot twist yang mind-blowing.
Lalu, apakah kali ini ceritanya masih oke? Yuk, langsung aja temukan jawabannya di review Alice in Borderland Season 3 berikut ini!
Sinopsis Alice in Borderland Season 3
Biar nggak bingung, kita bahas sedikit gimana alur cerita season 3. Di serial Jepang terbaru Netflix ini, fokusnya tentang Arisu dan Usagi yang selamat dari game Borderland Season 2.
Mereka akhirnya menikah dan hidup damai di dunia nyata. Namun, keduanya terus diburu Ryuji Matsuyama dan Ann, yang yakin Borderland itu nyata.
Bahkan, pencarian Ryuji soal game mematikan itu malah menyeret Usagi ke Borderland lagi. Gara-gara ini, Arisu harus menyelamatkan istrinya.
Ternyata, Banda yang udah jadi warga Borderland sengaja pakai taktik tadi biar Arisu datang. Usagi cuma umpan buat menjebak Arisu biar tetap di Borderland. Itulah inti ceritanya.
Baca juga: Kupas Tuntas Ending 'Alice in Borderland Season 3': Misteri Arisu dan Usagi Terjawab!
Review Alice in Borderland Season 3
Season 3 ini sebenarnya nggak membawa sesuatu yang baru. Kalau kamu udah tahu Borderland adalah semacam alam antara hidup dan mati, informasi itu bakal terus diulang sampai kamu bosan.
Inti dari serial Jepang Netflix ini emang tentang game bertahan hidup, dan fakta tersebut masih dipakai sampai musim ketiga.
Bedanya, ada karakter baru yang punya ketertarikan lebih soal perubahan iklim, kematian, dan kehidupan. Pesan yang ingin disampaikan di zaman sekarang juga relevan.
Manusia perlu memperbaiki lingkungan di dunia nyata supaya nggak masuk Borderland akibat bencana iklim.
Sayangnya, musim ketiga terasa agak mengecewakan dan mengurangi pesona yang kita suka di dua season sebelumnya.
Baca juga: 7 Permainan di 'Alice in Borderland Season 3', Bikin Deg-degan!
Yang bikin kesal, Usagi kayak santai banget soal keputusan besar dalam hidupnya tanpa ngomong dulu sama suaminya. Hubungan mereka jadi terasa klise banget dan bikin penonton bingung.
Padahal, di dua musim sebelumnya, mereka digambarkan sebagai pasangan yang logis dan rasional. Pokoknya, kolaborasi mereka benar-benar kayak sesuatu yang keren banget.
Akan tetapi, yang paling bikin kecewa adalah ending-nya. Mereka menutup musim ini dengan plot twist yang rasanya nggak nyambung.
Ada plot terbuka kalau game Borderland bakal lanjut di Amerika, sama kayak Squid Game. Ini bikin ceritanya jadi kurang nendang dan kayak cuma pengen mau bikin heboh aja.
Game-game di musim ini emang masih seru, tapi beberapa terasa mirip banget sama yang udah ada sebelumnya. Ada yang keren, tapi nggak semua bisa punya kesan mendalam.
Terakhir, kalau kamu penasaran sama Alice in Borderland Season 3, perlu di-setting ekspektasinya biar nggak terlalu kecewa. Apalagi kalau udah jadi fans di dua musim sebelumnya.
Namun, serial Netflix ini masih bisa dibilang cukup menghibur. Fans mungkin masih bisa menikmati game-game-nya, tapi ya cuma itu aja.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dmtalkies