INDOZONE.ID - One Piece live action season 2 akhirnya tayang di Netflix. Seperti yang diduga banyak penggemar, penutup ceritanya dipenuhi momen penting yang mengarah ke petualangan yang lebih besar.
Di episode final ini, kru Topi Jerami harus menghadapi ancaman berbahaya di Drum Kingdom. Bukan cuma soal pertarungan, ending season ini juga menghadirkan momen emosional yang cukup penting bagi perjalanan kru.
Di sisi lain, ancaman dari organisasi kriminal Baroque Works juga mulai terlihat semakin jelas. Sosok misterius mulai menyiapkan rencana besar yang bisa mengguncang kerajaan Alabasta.
Sebenarnya, apa aja yang terjadi di ending One Piece live action season 2? Berikut penjelasan lengkapnya!
Ending One Piece Live Action Season 2
Cuplikan One Piece Live Action Season 2 di Netflix (Tudum)
Gimana Keseruan Petualangan Kru Topi Jerami?
Season 2 One Piece live action ditutup dengan pertarungan besar yang akhirnya dimenangkan oleh kru Topi Jerami. Luffy dan teman-temannya berhasil mengalahkan Raja Wapol.
Mereka juga menyelamatkan Drum Kingdom, dari ancaman yang udah lama menghantui pulau tersebut. Kemenangan ini jadi langkah besar dalam perjalanan kru Topi Jerami di Grand Line.
Baca juga: Sambut Season 2 One Piece, Netflix Gelar Grand Line Trials di Jakarta
Di sisi lain, cerita juga mulai memperlihatkan ancaman yang jauh lebih besar. Organisasi kriminal Baroque Works yang selama ini bergerak di balik layar ternyata punya rencana. Mereka ingin menyerang kerajaan Alabasta.
Dua tokoh penting di balik organisasi tersebut, Sir Crocodile dan Nico Robin, mulai mempersiapkan langkah berikutnya.
Sementara itu, Angkatan Laut yang dipimpin Smoker dan Tashigi juga masih terus mengejar Luffy dan kru Topi Jerami.
Semua ini bikin akhir season terasa seperti awal dari konflik yang lebih besar di petualangan berikutnya.
Baca juga: One Piece Live Action Season 2 Bikin Netflix Error, Distreaming Terlalu Banyak Fans
Apakah Nami Berhasil Sembuh?
Di tengah perjalanan ke Alabasta untuk membantu menghentikan konflik di sana, kru Topi Jerami menghadapi masalah.
Nami tiba-tiba jatuh sakit karena penyakit misterius. Kondisinya semakin memburuk dari waktu ke waktu. Situasi ini bikin Luffy dan krunya harus mengubah rencana perjalanan.
Mereka akhirnya memutuskan untuk pergi ke Drum Kingdom, pulau yang terkenal memiliki dokter-dokter hebat. Sesampainya di sana, mereka bertemu Dr. Kureha, dokter eksentrik yang tinggal di Drum Castle, di puncak gunung bersalju.
Dr. Kureha ditemani oleh asistennya, Tony Tony Chopper, rusa berhidung biru yang juga punya kemampuan unik.
Setelah mendapatkan perawatan dari mereka, kondisi Nami akhirnya mulai membaik. Pada akhirnya, Nami berhasil sembuh dan bisa kembali melanjutkan perjalanan bersama kru Topi Jerami.
Apakah Drum Kingdom Berhasil Diselamatkan?
Setelah Nami sembuh, masalah di Drum Kingdom ternyata belum benar-benar selesai. Raja Wapol yang sebelumnya kabur dari pulau itu malah kembali dengan kekuatan baru.
Ia dibantu oleh Baroque Works dan dapat kekuatan dari buah iblis bernama Baku Baku no Mi. Dengan kemampuan itu, Wapol bisa memakan apa saja dan mengubahnya jadi senjata.
Wapol kemudian memimpin serangan untuk menguasai kembali Drum Kingdom dan mengalahkan kru Topi Jerami.
Pertarungan pun nggak bisa dihindari. Luffy bersama Sanji serta Chopper ikut turun tangan untuk melawan. Chopper juga menunjukkan kemampuannya bertarung setelah memakan Human-Human Devil Fruit.
Pertarungan akhirnya berakhir ketika Luffy memberikan pukulan kuat. Wapol akhirnya terpental hingga jatuh ke laut.
Kekalahan Wapol tersebut akhirnya membebaskan Drum Kingdom dari ancaman yang selama ini membayangi mereka.
Apa yang Terjadi di Akhir Season?
Setelah semuanya selesai, kru Topi Jerami akhirnya bisa kumpul kembali di Drum Castle. Dalam momen tersebut, Luffy ngajak Chopper untuk bergabung dengan kru mereka sebagai dokter kapal.
Awalnya, Chopper terlihat ragu karena ia masih merasa terikat dengan pulau tempat dirinya tinggal. Ia pun bicara Dr. Kureha dan mulai sadar soal kesempatan yang nggak boleh dilewatkan.
Chopper akhirnya menerima ajakan Luffy dan resmi jadi bagian dari kru Topi Jerami. Setelah itu, mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju Alabasta bersama Vivi.
Sementara itu, di tempat lain, Dr. Kureha dan Dalton mengenang mimpi Dr. Hiriluk. Mereka menciptakan pemandangan seperti bunga sakura yang bermekaran di langit Drum Kingdom.
Di sisi lain, cerita juga menunjukkan bahwa Sir Crocodile dan Nico Robin mempersiapkan rencana besar bernama Operation Utopia.
Rencana ini bertujuan untuk menghancurkan Alabasta, yang kemungkinan akan jadi konflik utama di petualangan selanjutnya.
Itulah penjelasan ending One Piece live action season 2. Kalau kamu penasaran sama kisah selengkapnya, langsung nonton di Netflix, ya!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Lifestyle Asia