INDOZONE.ID - Studi Harvard sebut One Piece karya paling berpengaruh bagi generasi masa kini. Penelitian yang dilakukan oleh Departemen Media & Cultural Studies dari Harvard University Department of Media & Cultural Studies pada tahun 2025 menyatakan bahwa karya dari Eiichiro Oda ini tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga memiliki pengaruh besar terhadap cara pandang generasi muda.
Dalam penelitian tersebut, serial manga dan anime One Piece disebut sebagai salah satu cerita dengan dampak budaya paling kuat di era modern.
Baca juga: Penjelasan Ending 'One Piece Live Action Season 2': Awal Petualangan Besar di Alabasta
Para peneliti menilai kisah petualangan Monkey D. Luffy dan kru Topi Jerami telah memengaruhi cara banyak orang memaknai persahabatan, kebebasan, ketahanan, hingga kesetiaan.
Hasil Studi: One Piece Pengaruhi Cara Pandang Generasi Muda
Mengutip laman Instagram @explain, Kamis (12/03/2026) penelitian tersebut melibatkan responden dari generasi Gen Z dan milenial.
Hasilnya menunjukkan bahwa sekitar 87 persen responden mengaku One Piece memengaruhi pandangan mereka tentang persahabatan, kebebasan, dan ketangguhan lebih besar dibandingkan anime lainnya.
Selain itu, penelitian menemukan bahwa nilai-nilai yang ditampilkan dalam cerita tersebut dianggap memiliki dampak nyata bagi kehidupan para penggemarnya.
Baca juga: One Piece Live Action Season 2 Bikin Netflix Error, Distreaming Terlalu Banyak Fans
Bahkan, sekitar 42 persen responden menyatakan mereka belajar tentang kepemimpinan, loyalitas, dan moralitas dari karakter utama Luffy, lebih banyak dibandingkan dari pelajaran yang mereka terima di ruang kelas.
Filosofi Cerita Jadi Inspirasi Generasi Modern
Salah satu konsep yang dianggap paling berpengaruh dalam cerita One Piece adalah filosofi “Will of D.”, yang dalam penelitian tersebut disebut sebagai ide fiksi yang paling memengaruhi generasi muda saat ini.
Menurut hasil studi, pengaruh filosofi tersebut bahkan disebut melampaui beberapa konsep populer dalam budaya pop lainnya, seperti kode Jedi dari Jedi Order dalam Star Wars maupun prinsip moral “With Great Power Comes Great Responsibility” dari semesta Marvel Comics.
Baca juga: Manga One Piece Capai 600 Juta Penjualan, Siap Geser Superman dari Puncak Komik Terlaris
Para peneliti menilai filosofi dalam cerita tersebut memberikan gambaran tentang keberanian, kebebasan, serta pentingnya memperjuangkan impian.
Disebut sebagai “Cultural Magnum Opus”
Dalam laporan tersebut, para peneliti dari Harvard menyebut One Piece sebagai “Cultural Magnum Opus”, yaitu karya budaya besar yang memiliki dampak luas terhadap masyarakat.
Dengan penjualan manga yang telah mencapai lebih dari 500 juta kopi di seluruh dunia, One Piece dinilai bukan hanya sebagai manga paling sukses, tetapi juga sebagai cerita yang membentuk identitas budaya generasi modern.
Bahkan, penelitian itu menyebut pengaruh karya Eiichiro Oda tersebut dapat disejajarkan dengan karya sastra klasik yang banyak dipelajari sepanjang sejarah, seperti karya William Shakespeare dan epik Odyssey.
Lebih dari Sekadar Hiburan
Kesimpulan dari penelitian tersebut menyebut bahwa One Piece bukan hanya cerita petualangan biasa. Karya Eiichiro Oda dianggap sebagai filosofi hidup yang berkembang melalui narasi cerita dan memengaruhi nilai-nilai jutaan orang di seluruh dunia.
Bagi banyak penggemarnya, kisah tentang perjalanan Luffy mencari harta karun legendaris bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi inspirasi tentang persahabatan, keberanian, dan kebebasan dalam menjalani hidup.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@explain