Film Animasi 'The Legend of Aang: The Last Airbender' Bocor di Internet Jelang Rilis, Ini Kronologinya
INDOZONE.ID - Film animasi terbaru The Legend of Aang: The Last Airbender dilaporkan mengalami kebocoran konten secara menyeluruh di internet sebelum jadwal penayangan resminya.
Insiden ini terjadi di tengah perubahan skema perilisan oleh Paramount, yang semula menargetkan layar lebar pada Oktober 2026 menjadi rilis eksklusif di Paramount+.
Fenomena kebocoran file film ini kini menjadi perhatian serius, terutama terkait kronologi bagaimana materi final tersebut dapat tersebar luas di berbagai platform berbagi video sebelum waktunya.
Baca juga: Akhirnya Melihat 'Hadouken' Ryu yang Bikin Nostalgia di Trailer Resmi 'Street Fighter'
Lantas, bagaimana film animasi Legend of Aang: The Last Airbender bisa bocor di internet? Simak beberapa ulasannya berikut ini!
Penyebar Video Mendapatkan Salinan Film Animasi Aang dari Peretas
Menurut laporan The Hollywood Reporter, penyebar video di balik akun X anonim, @ImStillDissin, mendapatkan salinan lengkap film animasi The Legend of Aang: The Last Airbender dari seorang peretas yang kabarnya berafiliasi dengan kelompok hacker bernama PeggleCrew.
Pihak pengunggah menyatakan bahwa tindakan penyebaran video tersebut dilakukan tanpa tendensi khusus, dengan asumsi bahwa kebocoran materi film animasi Aang tidak akan memberikan dampak signifikan mengingat pembatalan penayangannya di bioskop.
"Aku melihat ini hanya produk Paramount+, jadi aku memutuskan untuk sedikit iseng," kata orang tersebut.
Pihak pengunggah mengklaim bahwa tindakan tersebut tidak direncanakan sebelumnya.
Menurut keterangannya, akses terhadap file film Aang sudah dimiliki oleh banyak orang, mengisyaratkan bahwa kebocoran ini bersumber dari distribusi informasi yang sudah meluas di ruang siber.
Video Bocoran The Legend of Aang: The Last Airbender Langsung Menyebar ke Penjuru Internet
Distribusi ilegal film The Legend of Aang: The Last Airbender bermula dari unggahan di forum 4Chan dan dengan cepat merambah ke platform lain.
Fenomena ini diperparah oleh tekanan dari anggota komunitas forum yang meminta perilisan materi secara utuh.
Walaupun upaya pembocoran awal sempat tertahan oleh pengunggah pertama, munculnya pihak kedua yang merilis file film secara komprehensif memicu eskalasi penyebaran konten.
Saat ini, salinan film tersebut telah beredar secara masif sebelum jadwal tayang resminya.
Paramount selaku rumah produksi telah melakukan investigasi terkait dengan insiden bocornya film Aang.
Mereka pun sudah menghempaskan kemungkinan bahwa kebocoran disebabkan oleh rentannya sistem mereka.
Namun, penyebab kebocoran film ini masih belum terjawab secara tuntas, apalagi versi lengkap yang beredar di internet memiliki kualitas video yang jauh lebih tinggi, menandakan adanya kemungkinan pelanggaran sistem yang dikelola mereka.
Animator Merasa Frustrasi Usai Film The Legend of Aang: The Last Airbender Bocor
Kekecewaan mendalam disampaikan oleh jajaran animator yang terlibat dalam produksi film Aang, salah satunya Julia Schoel.
Melalui pernyataan di platform X @papajoolia, Schoel mengungkapkan rasa sedihnya atas insiden kebocoran materi tersebut di media sosial, mengingat besarnya dedikasi tim kreatif di balik pengerjaan proyek ini.
Baca juga: Review Film Ghost in the Cell, Horor Komedi Sarat Isu Sosial Khas Joko Anwar
"Kami mengerjakan film Aang selama bertahun-tahun dengan harapan dapat merayakan semua kerja keras kami di bioskop, hanya untuk melihat orang-orang tanpa basa-basi membocorkan film tersebut dan menyebarkan cuplikan di Twitter seperti permen," tulisnya.
Meskipun Julia memahami skeptisisme publik terhadap layanan langganan platform streaming, ia menegaskan bahwa penyebaran materi film sebelum jadwal resmi merupakan bentuk pengabaian terhadap dedikasi seluruh tim kreatif.
Insiden ini menambah daftar panjang masalah keamanan data di Paramount. Sebelumnya, pada tahun 2024, film Saving Bikini Bottom: The Sandy Cheeks Movie juga dilaporkan mengalami kebocoran serupa hanya beberapa hari sebelum rencana penayangannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Hollywood Reporter