Dr. Lois dan Dr. Richard. (Instagram/@insta_julid)
Belakangan ini, jagat maya dihebohkan dengan pernyataan seorang dokter lulusan Universitas Kristen Indonesia (UKI) yang mengatakan jika dirinya tidak percaya dengan COVID-19. Pernyataan Dr. Lois itu ia paparkan saat diundang menjadi bintang tamu di Hotman Paris Show.
Rupanya pernyataan tersebut memberikan reaksi bagi para dokter lainnya. Beberapa dokter seperti Dr. Tirta dan Dr. Richard sangat menyayangkan sikap Dr. Lois yang mengakui hal tersebut.
Menurut Dr. Tirta, Dr. Lois bukanlah seorang dokter yang terdaftar di Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sehingga tidak berhak mengeluarkan pendapat demikian.
"Saya telah berdiskusi dan meminta izin kepada PPD untuk menyampaikan ini.. satu, wanita itu bukanlah seorang dokter. Kedua, STR beliau sudah dicabut sejak tahun 2017. Ketiga, Ibu Lois tidak menangani pasien di tengah pandemi, keempat PPD Pusat telah meminta Ibu Lois untuk bertemu dan membuktikan perkataannya dengan data dan penelitian yang ada dan jika tidak terbukti maka akan diproses melalui pihak yang berwajib," kata Dr. Tirta.
Selain Dr. Tirta, Dr. Richard yang merpakan dokter spesialis kecantikan juga ikut memberikan pendapatnya. Ia menyebut jika Indonesia saat ini memang bukan darurat COVID-19 melainkan darurat akan kewarasan.
"Sumpah, Indonesia ini bukan darurat COVID menurutku. Ini darurat kewarasan namanya.." tegas Dr. Richard.
Dr. Richard mengatakan jika pernyataan yang dikeluarkan Ibu Lois tidak lagi pantas diungkapkan lantaran COVID-19 sudah menyerang Indonesia lebih dari satu tahun lamanya. Sehingga itu sudah menjadi bukti yang kuat dari fenomena COVID-9 ini.
"Sadar nggak sih? Gilak yee.. Ini 2021!! Kalo tadi 2020 kemarin kalian ngomong COVID itu konspirasi, COVID itu bohong.. masih okelah, ini 2021 sudah banyak yang mati, artis-artis pada mati, tetangga pada mati semua pada mati dan kalian masih engga percaya? Bego ya! Ini Indonesia engga maju ini karena punya kek gini nih...!" sambung Dr. Richard geram.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: