INDOZONE.ID - Aktor Baim Wong mengungkapkan pandangannya mengenai proses kreatif dalam pembuatan film. Di tengah aktivitasnya yang padat, Baim menegaskan, dirinya berkomitmen penuh pada kualitas setiap karya yang dihasilkan.
Aktor yang juga sebagai sutradara, dan produser film Lembayung dan Sukma ini menyatakan, setiap proyek yang dijalani, harus memenuhi standar tertinggi.
Bagi Baim, karya film bukan hanya hiburan semata, tetapi sebuah proses artistik yang menuntut ketelitian dan kerja keras di setiap tahap.
“Setiap kali bekerja, saya selalu ingin semuanya berjalan sempurna,” ujar Baim, dalam keterangan tertulis yang diterima Indozone, Kamis (20/11/2025).
Baca juga: 'Sukma’ Tembus 1 Juta Penonton, Baim Wong Bangga Film Garapannya Bisa Bersaing dengan yang Lain
Perfeksionisme sebagai Prinsip Kerja
Baim menjelaskan, tidak pernah memberi ruang untuk hasil yang setengah matang. Ia menilai, kualitas sebuah film tercipta dari kerja sistematis dan kolaboratif.
Mulai dari penyutradaraan, penulisan, proses artistik, hingga peran aktor.
“Setiap pekerjaan harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. Semua elemen produksi—dari sutradara hingga departemen artistik—harus bekerja detail. Tidak ada yang bisa setengah-setengah,” kata Baim.
Ia juga menegaskan, dirinya tidak pernah ragu untuk terlibat penuh sejak tahap perencanaan hingga penyelesaian akhir.
“Dalam membuat film, saya ikut mengawal semuanya dari awal sampai akhir. Itu cara saya memastikan kualitasnya. Saya tidak ingin menyalahkan pihak lain jika ada kekurangan,” tutur Baim.
Dukungan Penonton Jadi Dorongan Berkarya
Menurut Baim, apresiasi dari penonton menjadi motivasi terbesarnya untuk terus mengembangkan diri sebagai kreator.
“Syukurlah film-film saya disambut baik oleh penonton Indonesia. Ini yang membuat saya ingin membuat karya yang lebih baik lagi, dan memberi manfaat bagi banyak orang,” ucap ayah dua anak ini.
LEPRID Berikan Pengakuan Resmi
Atas dedikasi dan kiprahnya di industri perfilman, Baim Wong menerima Lifetime Achievement Award dari Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (LEPRID), lembaga independen yang mencatat berbagai pencapaian masyarakat Indonesia.
LEPRID pun telah diakui legalitasnya oleh Kementerian Hukum dan HAM RI.
Baim ditetapkan sebagai penerima Rekor No. 1017 dengan kategori, ‘Aktor, Sutradara, dan Produser yang Konsisten Memperjuangkan Kualitas dan Daya Saing Perfilman Indonesia di Kancah Nasional dan Dunia’.
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kontribusinya selama lebih dari dua dekade berkarier di industri film.
Baca juga: Sebagus Apa Film Horor Lembayung? Berikut Ulasannya
Prestasi yang Mengukuhkan Reputasi
Beberapa capaian yang menjadi pertimbangan LEPRID antara lain:
- Film Sukma meraih tujuh nominasi di Festival Film Wartawan Indonesia (FFWI) 2025, termasuk kategori Film Terbaik, Sutradara Terbaik, dan Penulis Terbaik.
- Lembayung (2024) mencatat kesuksesan besar, dan memperkuat posisi Baim sebagai kreator film yang diperhitungkan.
- Konsistensi dalam menghadirkan karya yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
- Berkolaborasi dengan aktor senior dan papan atas, seperti Christine Hakim, Luna Maya, Fedi Nuril, dan Asri Welas dalam Sukma.
- Keberaniannya mengeksplorasi berbagai genre, dari horor-drama hingga drama psikologis.
- Raihan sejumlah penghargaan sepanjang kariernya sebagai aktor, sutradara, dan produser.
Dedikasi untuk Majukan Perfilman Indonesia
Menurut Baim Wong, penghargaan dari LEPRID menjadi bukti dari ketekunan, disiplin, dan komitmen dalam kontribusi nyata bagi perfilman Indonesia.
Dengan pencapaian ini, ia semakin mengukuhkan dirinya sebagai salah satu figur penting yang terus mendorong inovasi dan daya saing industri film Tanah Air. Baik di level nasional maupun internasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Keterangan Pers