INDOZONE.ID - Sebuah acara pop-up store resmi milik Rose BLACKPINK di China, mendadak menuai sorotan tajam.
Bukan karena kehadiran sang idol, melainkan akibat aksi seorang influencer China kontroversial di Pop-Up Store Rose BLACKPINK yang dinilai melampaui batas peran tamu undangan.
Insiden tersebut terjadi dalam acara penutupan pop-up store Rosé yang digelar di Chengdu, China.
Baca juga: Kendrick Lamar Raih Nominasi Terbanyak di Grammy 2026, Rose BLACKPINK Ikut Masuk Daftar
Mengutip laporan media hiburan Malaysia ‘Hype’ pada Senin, (15/12/2025), seorang influencer China bernama Daisy, diundang ke acara tersebut dan justru tampil layaknya bintang utama.
Lalu, siapa influencer China yang tuai kritik di acara Rose? Daisy dikenal sebagai influencer lokal dengan jumlah pengikut besar di media sosial.
Namun kehadirannya di acara resmi ini, memicu kontroversi. Sebab, cara ia diperkenalkan dan diposisikan oleh penyelenggara tampak berlebihan.
Baca juga: Rose Resmi Gabung WME, Karier Solo Makin Melejit Usai Sukses APT
Pop-up store tersebut sejatinya dibuat untuk menjual merchandise resmi Rosé, serta menyediakan area foto bertema sang idol.
Namun, perhatian pengunjung justru teralihkan ketika pembawa acara memperkenalkan Daisy secara berlebihan.
Di lokasi, Daisy terlihat berfoto bersama para penggemar, dan bahkan membubuhkan tanda tangan di merchandise resmi Rose.
Tindakan inilah yang kemudian memicu pertanyaan publik tentang apa yang dilakukan influencer China di Pop-Up Store Rose.
Banyak penggemar menilai, aksi menandatangani merchandise dan berinteraksi layaknya sang idol, sebagai sesuatu yang tidak pantas.
Situasi semakin memanas karena Daisy hadir dengan busana dan gaya yang dianggap sangat mirip dengan penampilan khas Rose.
Sejumlah fans menilai, keseluruhan konsep acara seolah menghadirkan “versi tiruan” sang idol, sehingga makna pop-up store menjadi kabur.
“Mulai dari penampilan hingga alur acara, semuanya membuat orang mengira dia Rose,” tulis seorang penggemar di media sosial.
Ada pula yang menyebut bahwa fokus acara telah bergeser dari promosi Rose menjadi panggung bagi influencer tersebut.
Menanggapi kritik yang berkembang, Daisy akhirnya memberikan klarifikasi. Ia menyebutkan, kehadirannya murni atas undangan pihak pengelola pusat perbelanjaan.
Selain itu, seluruh rangkaian acara juga telah disepakati bersama penyelenggara. Menurutnya, semua tindakan tersebut bertujuan untuk membantu promosi Rose.
“Saya tidak menerima bayaran apa pun. Jika ada bagian yang dianggap tidak pantas, saya akan mengevaluasi diri dan lebih berhati-hati ke depannya,” ujarnya.
Meski klarifikasi telah disampaikan, perdebatan di kalangan penggemar masih berlanjut.
Banyak yang menilai, insiden ini menjadi pelajaran penting bagi penyelenggara acara K-pop di luar negeri, agar lebih menjaga batas antara promosi artis dan kehadiran figur lain di acara resmi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: M.entertain.naver.com